Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen, Klaim Medis Prudential Capai Rp3,3 Triliun

        Biaya Operasi Bypass Jantung Naik 67 Persen, Klaim Medis Prudential Capai Rp3,3 Triliun Kredit Foto: Prudential Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kenaikan biaya layanan kesehatan semakin menjadi perhatian industri asuransi di Indonesia. Data internal Prudential Indonesia menunjukkan rata-rata biaya operasi bypass jantung di jaringan rumah sakit mitra PRUPriority Hospitals meningkat 67 persen dalam dua tahun.

        Biaya tindakan tersebut naik dari sekitar Rp57 juta pada 2023 menjadi Rp95 juta pada 2025.

        Kenaikan biaya operasi tersebut terjadi di tengah proyeksi inflasi medis nasional 2026 dari Mercer yang mencapai 17,8 persen. Angka tersebut disebut sebagai rekor tertinggi di tingkat Asia.

        Tekanan biaya medis turut tercermin dalam pembayaran klaim Prudential Indonesia. Pada Semester I-2026, PT Prudential Life Assurance mencatat realisasi klaim medis sebesar Rp3,3 triliun atau meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Secara keseluruhan, perseroan membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp8,9 triliun pada Semester I-2026. Nilai tersebut meningkat 26 persen dan diberikan kepada lebih dari 149.000 nasabah.

        Untuk produk asuransi tradisional penyakit kritis PRUCritical Benefit 88 (PCB88), realisasi klaim mencapai Rp73 miliar. Nilai tersebut tumbuh 16 persen dibandingkan Rp63 miliar pada Semester I-2025.

        Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengatakan peningkatan klaim dipengaruhi faktor medis dan tingginya tarif terapi.

        “Peningkatan klaim dipengaruhi oleh kombinasi meningkatnya risiko penyakit tidak menular dan tingginya biaya penanganan penyakit kritis,” ungkap Yosie, Rabu (7/10/2026).

        Menurut dia, penanganan penyakit kritis membutuhkan pemeriksaan berkelanjutan, obat berbiaya tinggi, serta teknologi modern. Kondisi tersebut berlangsung di tengah tekanan inflasi yang turut dipengaruhi harga farmasi, pelemahan rupiah, dan kondisi global.

        Data klaim Prudential Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan kanker payudara mencatat nilai klaim terbesar, yakni lebih dari Rp411 miliar.

        Sementara itu, gagal ginjal kronis menjadi penyakit dengan frekuensi klaim terbanyak, mencapai lebih dari 17.500 klaim. Penyakit tersebut disusul penyakit jantung iskemik kronis dan kanker paru-paru.

        Kenaikan biaya perawatan membuat pengelolaan biaya kesehatan menjadi salah satu perhatian perusahaan asuransi. Prudential Indonesia menyatakan pengawasan dilakukan melalui kemitraan dengan fasilitas kesehatan.

        “Fokus kami adalah memastikan perawatan tetap berkualitas, biaya tetap wajar, dan manfaat perlindungan dapat terus tersedia dalam jangka panjang,” tutur Yosie.

        Hingga Juni 2026, perseroan menggandeng lebih dari 1.700 rumah sakit PRUPriority Hospitals. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendorong transparansi estimasi tarif sekaligus memastikan kesesuaian jalur klinis dalam pelayanan kesehatan.

        Baca Juga: Peneliti Prasmul Kembangkan AI untuk Bantu Dokter Jantung

        Di sisi penerimaan, premi PCB88 tercatat tumbuh 5 persen menjadi Rp779 miliar.

        Prudential Indonesia juga menghadirkan insentif keringanan premi hingga 20 persen melalui PRUWell bagi nasabah yang menjaga pola hidup sehat. Pada saat yang sama, perusahaan menyatakan terus mengevaluasi tarif premi secara cermat.

        “Secara umum, peninjauan Premi atau Biaya Asuransi merupakan praktik yang dilakukan secara berkala untuk memastikan manfaat perlindungan bagi Nasabah tetap relevan dan berkelanjutan,” jelas Yosie.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: