Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Bisa Jatuh ke 5.000? OJK Ungkap Skenarionya

        IHSG Bisa Jatuh ke 5.000? OJK Ungkap Skenarionya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa skenario Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga kisaran 5.000 sudah masuk dalam perhitungan regulator sejak awal 2026.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/10/2026) pukul 14.51 WIB, IHSG turun 1,49% ke level 6.055. Bahkan, IHSG menyentuh level 6.031 hingga penutupan perdagangan hari ini. IHSG juga sempat menyentuh titik terendah tahun ini di level 5.342,14 pada Juni 2026.

        Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, skenario penurunan IHSG ke level 5.000-an sudah dibahas secara internal sejak Februari 2026.

        “Kalkulasi hingga level 5.000-an tersebut sudah menjadi pembahasan internal kami sejak Februari 2026. Kala itu, hitungan kami murni memperhitungkan dampak reformasi yang memicu adanya proses normalisasi,” ujar Hasan dalam acara BIG Market Insights 2026 yang diselenggarakan Bisnis Indonesia Group, Kamis (8/10/2026).

        Meski sudah memperhitungkan dampak reformasi pasar modal, OJK menilai tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain.

        Tekanan datang dari kondisi eksternal, termasuk perubahan outlook kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch Ratings, serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.

        Baca Juga: Free Float 15% Dikejar, OJK Siapkan Sanksi hingga Delisting

        Baca Juga: Jelang Evaluasi MSCI November, OJK: Dampak Freeze ke Pasar RI Makin Terbatas

        Baca Juga: OJK Kasih Sinyal Keras soal Saham HSC, Investor Diminta Waspada

        Dengan demikian, penurunan IHSG yang terjadi sepanjang 2026 tidak sepenuhnya disebabkan oleh proses reformasi pasar modal di dalam negeri.

        Reformasi Pasar Modal Capai 90%

        Di tengah tekanan pasar, OJK memastikan proses reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan. Saat ini, tingkat penyelesaiannya disebut telah mencapai sekitar 90%.

        Sejumlah isu utama yang menjadi perhatian lembaga indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Russell, juga telah ditindaklanjuti secara substansial.

        Deputi Komisioner Pengawasan Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo mengatakan, poin-poin penting yang menjadi perhatian MSCI sebenarnya sudah mulai direspons sejak April hingga Mei 2026.

        Saat ini, OJK tinggal menyelesaikan sejumlah komitmen yang berkaitan dengan berbagai inisiatif dan proposal untuk menyempurnakan pasar modal Indonesia secara menyeluruh.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: