Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hadirkan Produsen Cerutu hingga Forum Bisnis, Mantan Gubernur Maluku Sukses Gelar 'Indonesian Cigar Festival 2026' di Bali

        Hadirkan Produsen Cerutu hingga Forum Bisnis, Mantan Gubernur Maluku Sukses Gelar 'Indonesian Cigar Festival 2026' di Bali Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Produsen cerutu nasional, pelaku bisnis, dan industri kreatif bertemu dalam Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026 yang berlangsung pada 1-3 Oktober 2026 di Atrium Bali Collection, Nusa Dua, Bali.

        Festival yang digagas Indonesia Connection ini menghadirkan pameran cerutu dan forum bisnis untuk mempertemukan produsen dengan calon mitra usaha, termasuk dari pasar internasional.

        Irjen Pol. (Purn.) Drs. Murad Ismail yang merupakan Ketua Pembina Indonesia Connection turut mengenalkan cerutu asli Indonesia. Gubernur Maluku periode 2019-2024 tersebut ingin ajang ini menjadi panggung untuk industri lokal.

        Sejumlah produsen cerutu nasional yang berpartisipasi, yakni PTPN 3 (Persero) dari Deli, Sumatra, Dos Hermanos dari Kudus, Tarumartani dari Yogyakarta, serta Basuki Raya Cigar dari Jember.

        Ketua Pelaksana ICF 2026, Opa Ewin, mengatakan festival tersebut membuka peluang bagi produk cerutu Indonesia untuk menjangkau pasar luar negeri. Lokasi acara di kawasan Nusa Dua juga dinilai memberi kesempatan kepada produsen untuk memperkenalkan produknya kepada wisatawan mancanegara.

        “Kami ingin membangun sinergi yang lebih besar antara Indonesia dan negara-negara sahabat melalui cerutu-cerutu unggulan yang akan dipamerkan serta business forum selama acara berlangsung. Kami berharap produk Indonesia dapat semakin dikenal dan mendapat tempat di pasar global,” ujar Opa Ewin dalam keterangan tertulis.

        Opa Ewin juga menjabat sebagai Ketua Bali Promotion Board. Sementara itu, Indonesia Connection sebagai penggagas festival dipimpin Irjen Pol. (Purn.) Murad Ismail sebagai Ketua Pembina.

        ICF 2026 turut menjalin kolaborasi dengan InterTabac–Messe Dortmund, Jerman. Kerja sama tersebut diharapkan memperluas jaringan bisnis dengan pelaku industri tembakau dari berbagai negara.

        Menurut Opa Ewin, kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan festival sebagai agenda yang berkelanjutan.

        “Kami bersyukur ICF 2026 menjadi salah satu agenda kolaboratif awal dengan InterTabac. Ke depan, saya berharap event ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan ITDC Nusa Dua Bali sekaligus menjadi salah satu event industri cerutu untuk kawasan Asia,” katanya.

        Selain pameran dan forum bisnis, ICF 2026 akan melibatkan pelaku industri kreatif Bali. Samara menggelar peragaan busana, sedangkan Tuksedo Studio Bali dari Gianyar akan menampilkan karya otomotifnya.

        Rangkaian festival juga diisi pertunjukan budaya Bali dan musik Indonesia. Sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil antara lain Gugun Blues Shelter featuring Dewa Budjana, Vimaz, Ganzerlana, dan Ecko Show.

        Vimaz merupakan pemain gamelan asal Yogyakarta yang telah tampil di lebih dari 30 negara. Sementara itu, Ganzerlana dan Ecko Show merupakan musisi dari kawasan Indonesia Timur.

        Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata di Bali. Festival tersebut juga ditujukan untuk membuka peluang kerja sama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, ritel, serta perhotelan.

        Baca Juga: Kementerian UMKM, Komdigi, dan Kemenhub Duduk Bersama Bahas Aturan Ojol

        Di tengah penyelenggaraan festival, sektor hasil tembakau juga memiliki kontribusi terhadap penerimaan negara. Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp225,73 triliun.

        ICF 2026 terbuka untuk wisatawan dan masyarakat umum tanpa tiket masuk. Bali Collection juga menyediakan layanan shuttle bus gratis bagi pengunjung dari hotel-hotel di sekitar Nusa Dua.

        Melalui rangkaian pameran, forum bisnis, dan pertunjukan lintas industri, ICF 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi produsen cerutu nasional dan calon mitra usaha, sekaligus memperkenalkan produk Indonesia kepada pasar internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: