Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ini Sektor yang Rentan Turun Kasta di Tengah Gejolak Ekonomi

        Ini Sektor yang Rentan Turun Kasta di Tengah Gejolak Ekonomi Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengtakan bahwa sektor yang sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi dan kebijakan seperti hilirisasi komoditas, ritel, dan properti adalah sejumlah sektor yang rentan menghadapi risiko penurunan peringkat kredit. 

        Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan 1 Pefindo, Martin Pandiangan, mengatakan ketahanan perusahaan menghadapi ketidakpastian menjadi faktor penting dalam menilai risiko bisnis dan kredit saat ini.

        “Sektor yang paling rentan adalah sektor yang memiliki paparan tinggi terhadap daya beli masyarakat, maupun terhadap perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah. Ditambah, sektor-sektor yang memiliki paparan tinggi terhadap pelemahan kurs rupiah terhadap mata uang asing,” ujar Martin dalam konferensi pers PEFINDO 2026 secara daring, Rabu (14/10/2026).

        Sektor hilirisasi komoditas, khususnya industri turunan nikel dan bauksit disebutkan masih dalam fase ekspansi sehingga gejolak ekonomi dan geopolitik berpotensi meningkatkan tantangan bagi perusahaan untuk melanjutkan investasi.

        “Sektor hilirisasi, sektor hilir komoditas seperti turunan komoditas nikel dan bauksit, saat ini memang sedang di fase ekspansi. Dengan adanya gejolak ekonomi dan geopolitik, itu juga perlu cukup rentan untuk mereka bisa tetap melakukan investasi di hilirisasi ini,” katanya.

        Sedangkan, properti dan ritel disebutkan dapat terpengaruh oleh kemampuan belanja masyarakat dan perkembangan kondisi makroekonomi.

        “Sektor lainnya adalah di sektor retail dan properti yang juga relatif rentan dengan adanya beberapa kondisi makroekonomi saat ini,” tutur Martin.

        Sejumlah sektor, kata Martin, memiliki ketahanan yang relatif lebih baik karena berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia atau memperoleh manfaat dari gejolak ekonomi dan geopolitik.

        Lebih lanjut, ia mencontohkan komoditas minyak dan gas serta emas adalah salah satu sektor yang bisa diuntungkan akibat gejolak geopolitik yang mendorong kenaikan harga komoditas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: