Klaim Asuransi Jiwa Korban Gempa NTT Cuma Rp152,5 Juta, AAJI Soroti Penetrasi
Kredit Foto: Azka Elfriza
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) catatkan klaim asuransi jiwa akibat bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp152,5 juta per Agustus 2026.
Kepala Departemen Marketing Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Karin Zulkarnaen mengatakan bahwa dari besarnya dampak bencana tersebut, literasi keuangan masih minim sehingga menjadi tantangan untuk perusahaan asuransi memperluas perlindungan.
"Jumlah masyarakat yang sudah tercover oleh asuransi jiwa itu masih sangat sedikit yang di NTT, ini menjadi perhatian kita semua di AAJI," dalam acara Media Briefing & Simbolis Penyerahan Donasi Program ISR “Kebaikan Berkelanjutan” NTT di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Padahal, kata Karin, dari 29 perusahaan asuransi jiwa yang sudah hadir di NTT, total nilai pertanggungan itu sebesar Rp16,3 triliun, terdiri dari Rp11,8 triliun lini bisnis jiwa dan Rp4,5 triliun lini bisnis kesehatan.
Namun, klaim yang tercatat akibat gempa di wilayah tersebut baru Rp152,2 juta.
"Kok cuma sedikit? Jadi memang mungkin penetrasi asuransi di NTT itu banyak. Itu jadi PR kita semua juga, bagi AAJI maupun perusahaan-perusahaan anggota," ucapnya.
Melihat hal itu, AAJI menyoroti pentingnya edukasi keuangan untuk meningkatkan penetrasi asuransi. Melihat dari bencana yang hadir, dampaknya cukup signifikan mulai dari kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal.
"Banyak masyarakat yang terdampak dari pekerjaannya apapun itu di lokasi masing-masing. Itu sangat berpengaruh kepada rencana-rencana yang mungkin awalnya sudah dimiliki oleh berbagai keluarga. Banyak pekerjaan yang tidak lagi ada sekarang karena kerusakan-kerusakan. Tempat tinggal yang harusnya itu bisa melindungi keluarga belum tentu masih ada sekarang," pungkasnya.
Meski risiko kejadian tak terduga tidak dapat dihindari, kata Karin, kesiapan finansial melalui asuransi dapat menjadi perlindungan untuk membantu meringankan dampak kerugian yang ditimbulkan.
"Kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikan kejadian seperti ini. Tapi apa yang kita dilakukan adalah menyiapkan keadaan finansial kita sehingga kejadian, bisa terbantu oleh polis asuransi untuk menjadi bumper (pengaman)," tuturnya.
Baca Juga: Perusahaan Asuransi Mulai Pakai AI, AAJI Bidik Kontribusi Nyata ke Laba
Baca Juga: Prudential Syariah Bayar Klaim Rp1,1 Triliun pada Semester I-2026
Pada momen yang sama, AAJI juga membahas kemungkinan bantuan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga kini, bantuan tersebut masih dalam tahap diskusi.
"Hari ini kan kita bahas tentang bantuan dari AAJI untuk NTT. Untuk karhutla, kami juga sedang diskusi saat ini. Jadi mungkin belum disampaikan hari ini, nanti akan kita jelaskan setelah kita ambil keputusan, pasti kolaborasi juga dengan perusahaan anggota," serunya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: