- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Surge (WIFI) Ganti Nahkoda, Fadel Muhammad Pimpin Komisaris Gantikan Hashim
Kredit Foto: WIFI
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge merombak jajaran pimpinan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pemegang saham menyetujui pengangkatan Fadel Muhammad sebagai Komisaris Utama dan Shannedy Ong sebagai Direktur Utama, penambahan kegiatan usaha konstruksi sentral telekomunikasi, serta perubahan aturan kewenangan Direksi.
Perubahan ini diharapkan memperkuat strategi SURGE dalam memperluas jaringan serat optik dan layanan internet pita lebar nirkabel atau Fixed Wireless Access (FWA).
Sebelumnya, Fadel menjabat sebagai Komisaris WIFI dan pernah menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan serta Gubernur Gorontalo. Sementara itu, Shannedy yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur sekaligus Chief Commercial Officer (CCO), pernah menjadi Country Managing Director Qualcomm Indonesia dan Wakil Presiden Ericsson Indonesia.
Baca Juga: Hashim Jual Saham WIFI Rp4,06 Triliun, Pemegang Baru Kuasai 26,67%
Pengangkatan keduanya diharapkan menjaga kesinambungan strategi perusahaan, mempercepat perluasan jaringan Fiber to the Home (FTTH) dan FWA, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pengambilan keputusan.
Surge juga berupaya memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur konektivitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang berlaku sejak RUPSLB ditutup adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Fadel Muhammad
- Komisaris Independen: Doni Satiaji Soetadi
Direksi:
- Direktur Utama: Shannedy Ong
- Direktur: Andrew
- Direktur: Yune Marketatmo
- Direktur: Mohammad Mustaghfirin
Surge turut menyampaikan terima kasih kepada Hashim S. Djojohadikusumo, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama, Hendrik Tee sebagai Direktur Utama, serta Henny Santoso sebagai Direktur atas kontribusi mereka.
Fadel menjelaskan, Hashim belum dapat melanjutkan jabatannya karena kesibukan, termasuk tugas sebagai Utusan Khusus Presiden.
“Beliau menyampaikan maaf karena tidak bisa meneruskan menjadi Presiden Komisaris di perusahaan ini karena berbagai kesibukan, terutama menjadi Utusan Khusus Kepresidenan dan tugas-tugas yang lain. Maka beliau dan teman-teman para pemegang saham meminta saya untuk menggantikan beliau menjadi Komisaris Utama di PT Surge,” ujar Fadel.
Fadel mengaku melihat kemajuan dalam pengelolaan perusahaan dan optimistis terhadap pertumbuhan SURGE ke depan. Ia juga menyambut penunjukan Shannedy yang dinilainya sebagai sosok pekerja keras dan fokus, serta mengajak seluruh pihak mendukung kepemimpinan baru.
“Saya melihat banyak perkembangan yang bagus yang dibuat oleh para direksi, teman-teman kita untuk PT Surge, dan saya melihat banyak kemajuan-kemajuan yang bagus, sehingga saya menaruh harapan besar perusahaan ini akan lebih tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang,” katanya.
“Saya sangat gembira dengan diangkatnya Saudara Shannedy Ong sebagai CEO atau Direktur Utama dari perusahaan kita Surge. Saya mengenal beliau dalam kesehariannya, seorang pekerja keras dan fokus. Saya sangat mengharapkan kita bersama-sama mendukung beliau sehingga PT Surge akan tumbuh berkembang lebih baik di masa yang akan datang,” tutup Fadel.
Surge Perluas Bisnis ke Konstruksi Telekomunikasi
Selain perubahan kepemimpinan, RUPSLB menyetujui penambahan kegiatan usaha Konstruksi Sentral Telekomunikasi dengan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206.
Dengan kegiatan usaha baru ini, SURGE dapat membangun fasilitas sentral telekomunikasi secara langsung dan menawarkan jasa konstruksi kepada pelanggan korporasi atau business-to-business (B2B). Layanannya mencakup pembangunan jaringan di kawasan komersial, perumahan, industri, pendidikan, pemerintahan, hingga ruang publik.
Ekspansi tersebut melengkapi bisnis jaringan serat optik dan internet pita lebar tetap yang dijalankan melalui anak-anak usaha SURGE.
Rencana ini telah dikaji oleh penilai independen KJPP Syarif, Endang & Rekan melalui laporan studi kelayakan Nomor 00027/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IX/2026 tertanggal 1 September 2026, dengan tanggal penilaian 30 Juni 2026. Laporan tersebut merevisi laporan sebelumnya tertanggal 7 Agustus 2026.
Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo Mundur dari Komisaris Utama WIFI, RUPSLB Digelar 21 Oktober
Baca Juga: BEI Siap Singkirkan Saham HSC dari IHSG, DGWG Pasang Strategi
Kajian menyimpulkan penambahan kegiatan usaha layak dari sisi pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, dan keuangan. Pelaksanaannya akan mengikuti perubahan Anggaran Dasar serta penyesuaian perizinan, termasuk persetujuan Menteri Hukum.
Di sisi operasional, Surge melaporkan jaringan FWA Internet Rakyat (IRA) yang dikelola anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, telah mencapai lebih dari 3.100 site terintegrasi dan aktif beroperasi (on-air).
Berdasarkan siaran pers pada 8 Oktober 2026, jaringan tersebut didukung lebih dari 9.000 unit radio yang telah terpasang dan beroperasi, serta mampu menjangkau sekitar 3,1 juta rumah tangga.
Surge menargetkan jumlah site IRA aktif melampaui 5.500 pada akhir 2026, sesuai rencana bisnis awal perusahaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan