Perkembangan AI jadi Momentum, Veranita Yosephine Dorong Perempuan Memimpin di Dunia Penerbangan hingga Industri Digital
Kredit Foto: Istimewa
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan di industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT).
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, menyampaikan pandangan tersebut dalam sesi Women Tech Founder, Tea Talk with Minister pada rangkaian Bali Tech Week 2026. Acara yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) itu berlangsung di Bali Beach Garden Terrace.
Veranita mengaku bersyukur dapat bertemu dengan banyak pemimpin perempuan di industri ICT. Pengalaman tersebut berbeda dengan masa kepemimpinannya di AirAsia Indonesia, ketika ia menjadi satu-satunya pemimpin perempuan di industri penerbangan Indonesia.
“Saya merasa senang dan bersyukur, bisa bertemu dengan para pemimpin perempuan di industri ICT. Saya menyaksikan ternyata perempuan-perempuan saat ini sudah bisa melangkah lebih jauh untuk menjadi yang terdepan, mendorong inovasi dalam penerapan solusi artificial intelligence,” ujar Veranita.
Sejak bergabung dengan jajaran pemimpin perempuan di TelkomGroup, Veranita melihat perkembangan AI dan teknologi sebagai momentum untuk memperluas kesempatan bagi perempuan. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis dapat memperkaya perspektif serta mendorong inovasi.
Peran tersebut juga dinilai penting dalam mendukung transformasi TelkomGroup untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sejalan dengan perkembangan AI yang pesat, terbuka juga jalan bagi talenta baru. Untuk itu, inilah momentum yang tepat untuk bisa bekerjasama dalam semangat sisterhood. Mendorong lebih banyak perempuan memiliki peran yang representatif dan berdampak lebih besar dalam kepemimpinan di industri ICT,” lanjut alumni Executive Education Harvard Business School pada 2019 itu.
Dalam kesempatan tersebut, Veranita turut membagikan pengalamannya membangun gerakan global HeForShe Indonesia. Gerakan itu mendorong 100.000 orang dalam sebuah perusahaan untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada perempuan.
HeForShe merupakan kampanye solidaritas global yang mengajak laki-laki terlibat aktif dalam memperjuangkan kesetaraan gender bersama perempuan. Gerakan yang dibangun Veranita tersebut mendapat pengakuan dari UN Women dan Rework atas kontribusinya dalam mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja sejumlah perusahaan yang pernah dipimpinnya.
Veranita juga menekankan pentingnya pendampingan bagi perempuan yang tengah mempersiapkan diri menjadi pemimpin. Menurutnya, mentorship dan dukungan dari pemimpin perempuan lain dapat membantu calon pemimpin mengembangkan keterampilan kepemimpinan secara lebih terarah.
“Melalui mentorship dan dukungan dari pemimpin perempuan lainnya, dapat membuka peluang bagi calon pemimpin perempuan lain untuk mengasah keterampilan leadershipnya agar lebih terarah,” katanya.
Ia mengingatkan, keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari posisi tertinggi yang berhasil dicapai. Kepemimpinan juga berkaitan dengan kemampuan membuka kesempatan bagi orang lain untuk berkembang.
“Sebab, kepemimpinan yang berdampak bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berhasil melangkah, melainkan juga tentang seberapa banyak jalan yang dapat dibuka agar orang lain ikut melangkah maju,” tutup Veranita.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: