Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi salah satu menteri paling dikenal publik berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO).
Tak hanya unggul dalam pengenalan nama secara umum, popularitas Ketua Umum Partai Golkar itu juga mendominasi di antara para menteri yang menangani bidang ekonomi.
Dalam survei IPO, Bahlil meraih skor 37,5 persen untuk pertanyaan mengenai nama-nama menteri Kabinet Merah Putih yang diketahui responden secara spontan atau top of mind.
Capaian tersebut menempatkannya di posisi teratas, mengungguli Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang memperoleh 34,1 persen.
Posisi berikutnya ditempati Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan 21,7 persen dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 16,5 persen.
Dari sisi tingkat popularitas, Bahlil juga mencatat angka tertinggi, yakni 70,4 persen. Ia berada di atas Cak Imin yang meraih 60,9 persen dan Zulkifli Hasan sebesar 48 persen.
Keunggulan Bahlil terlihat semakin mencolok ketika pengenalan publik dipetakan berdasarkan bidang pemerintahan. Di sektor ekonomi, popularitas Menteri ESDM itu mencapai 77,4 persen.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Harta Karun Rp5.400 Triliun, Emas dan Tembaga Jadi Isinya
Angka tersebut terpaut jauh dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang berada di posisi kedua dengan 23,5 persen.
Setelah Bahlil dan Airlangga, popularitas di kelompok menteri bidang ekonomi ditempati Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman sebesar 14,8 persen, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono 11 persen, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana 8,4 persen.
Berikutnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani memperoleh 6,5 persen, sedangkan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mencatat 5,7 persen.
Dalam penilaian kinerja di kelompok tersebut, Bahlil juga memperoleh tingkat kepuasan tertinggi sebesar 31,1 persen. Airlangga berada di urutan berikutnya dengan 4,5 persen, disusul Widiyanti Putri Wardhana sebesar 2 persen.
Di luar sektor ekonomi, survei IPO menunjukkan sejumlah menteri memiliki tingkat popularitas yang menonjol sesuai bidang tugas masing-masing.
Pada kelompok politik dan keamanan, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjadi yang paling populer dengan angka 28,5 persen. Ia mengungguli Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang meraih 21,4 persen serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman sebesar 16,9 persen.
Sementara itu, di kelompok hukum dan pemberantasan korupsi, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mencatat popularitas tertinggi sebesar 15,5 persen.
Pigai diikuti Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dengan 12,8 persen serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan sebesar 6 persen.
Untuk bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat, Cak Imin memimpin dengan popularitas 61,5 persen. Ia berada di atas Zulkifli Hasan yang meraih 46 persen dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebesar 38,3 persen.
Adapun di sektor pembangunan manusia dan infrastruktur, AHY mencatat popularitas 64,5 persen. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menempati posisi berikutnya dengan 42,9 persen.
IPO menyatakan hasil survei tersebut memperlihatkan tingkat pengenalan publik terhadap Bahlil lebih tinggi dibandingkan sejumlah tokoh lain dalam kelompok yang diteliti. Tingginya angka tersebut menunjukkan besarnya eksposur publik yang dimiliki Menteri ESDM itu.
Penelitian ini dilakukan untuk memotret opini masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aspek yang diteliti mencakup penilaian terhadap kinerja pemerintah, arah kebijakan, kepercayaan publik, hingga dinamika politik nasional.
Survei berlangsung pada 12-20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. IPO menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ±2,9 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti
Tag Terkait: