Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Babak Belur! Ambruk 2,64% ke Level 5.142, 593 Saham Berguguran

        IHSG Babak Belur! Ambruk 2,64% ke Level 5.142, 593 Saham Berguguran Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada perdagangan sesi I, Kamis (29/10/2026). Berdasarkan data perdagangan pada pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup melemah 139,48 poin atau 2,64% ke level 5.142,82. 

        Padahal, indeks sempat dibuka di posisi 5.305,19 dan menguat hingga menyentuh level tertinggi 5.320,89, sebelum berbalik arah dan merosot ke level terendah 5.135,52.

        Tekanan jual mewarnai perdagangan sepanjang sesi pertama. Tercatat volume transaksi mencapai 14,351 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp5,850 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 803.471 kali.

        Mayoritas saham berada di zona merah. Sebanyak 593 saham melemah, sementara hanya 92 saham menguat dan 100 saham lainnya bergerak stagnan.

        Seiring dengan pelemahan tersebut, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp9.048,348 triliun.

        IHSG Diperkirakan Bergerak Mendatar

        Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG bergerak sideways pada perdagangan Kamis (29/10/2026), dengan rentang pergerakan di level 5.150–5.350. Proyeksi tersebut di tengah beragam sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham.

        Dari Amerika Serikat (AS), indeks bursa Wall Street ditutup menguat terbatas pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Pada hari yang sama, bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4%.

        The Fed juga berencana mengurangi frekuensi pertemuan penetapan suku bunga mulai 2027. 

        "Sementara itu, pelaku pasar menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal III 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 3,2%, dari 2,2% pada kuartal II 2026," tulis riset dari Phintraco Sekuritas.

        Selain pertumbuhan ekonomi, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE) AS untuk September 2026 diperkirakan naik menjadi 3,6% secara tahunan (year-on-year/YoY), dibandingkan 3,4% pada bulan sebelumnya.

        Baca Juga: IHSG Tancap Gas, Menguat 0,64% ke Level 5.316 pada Pembukaan

        Baca Juga: IHSG Diprediksi Sideways di Kisaran 5.150–5.350

        Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,65% pada Kamis (29/10/2026).

        Dari pasar komoditas dan obligasi, harga minyak mentah Brent menguat 1,3% menjadi US$115 per barel pada Rabu (28/10/2026). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke level 5,026%.

        Sebaliknya, harga emas spot ditutup melemah 0,5% ke level US$4.039 per troy ounce.

        "Di tengah perkembangan tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak terbatas dalam rentang 5.150–5.350 pada perdagangan hari ini," ungkap Phintraco Sekuritas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: