Kasus Dokter Ayu Viral, First Care Ingatkan Pentingnya Etika dan Profesionalisme
Kredit Foto: Ist
Pentingnya etika dan profesionalisme dalam praktik kedokteran menjadi salah satu hal yang disoroti Klinik First Care setelah pernyataan dokter Ayu Bopha Devi Meder mengenai demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menuai perhatian publik.
Dalam pengumuman resmi melalui akun Instagram @firstcarepolim pada Kamis (29/10/2026), First Care menyatakan menghargai kebebasan berpendapat setiap individu. Namun, pihak klinik juga menekankan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme dalam menjalankan praktik kedokteran.
Sikap tersebut disampaikan bersamaan dengan penegasan bahwa pernyataan Ayu merupakan pandangan pribadi dan bukan representasi klinik.
First Care juga menyatakan tidak terlibat maupun mendukung pernyataan politik apa pun. Pihaknya menegaskan fokus utama klinik adalah memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dengan menghormati seluruh pasien tanpa terkecuali.
Sebagai bagian dari respons terhadap perhatian publik, First Care mengumumkan telah mengakhiri hubungan kerja sama mitra profesional dengan Ayu.
"Menanggapi perhatian dan respons publik terkait pernyataan dan pandangan pribadi yang disampaikan oleh salah satu dokter yang sebelumnya berpraktik di First Care, kami menyampaikan bahwa First Care telah mengakhiri hubungan kerja sama mitra profesional dengan dokter yang bersangkutan," tulis pihak klinik.
Klinik tersebut juga menyatakan Ayu tidak lagi menjalankan praktik, menjalin kerja sama, maupun memiliki afiliasi profesional dengan First Care.
Kontroversi ini bermula dari unggahan Ayu di akun Threads pribadinya. Ia menuding Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ingin menggelar demonstrasi di Bundaran HI karena kawasan tersebut berdekatan dengan Plaza Indonesia dan Grand Indonesia, yang menurutnya menjadi sasaran penjarahan.
Baca Juga: Siapa Dokter Ayu Bopha Devi yang Viral Usai Menuding BEM UI Ingin Menjarah?
"Paham kan kenapa BEM UI ngotot demonya di HI? Karena dekat PI (Plaza Indonesia) dan GI (Grand Indonesia)... kan tujuan mereka bikin Indonesia kayak Perancis a.k.a mau menjarah," tulis Ayu dalam unggahan yang kemudian dihapus.
Meski unggahan aslinya sudah dihapus, tangkapan layarnya beredar di media sosial dan memicu perhatian publik. Tuduhan tersebut merupakan pernyataan Ayu, sementara informasi yang tersedia tidak menunjukkan bukti bahwa BEM UI merencanakan penjarahan.
Ayu sebelumnya tercatat berpraktik sebagai dokter umum di First Care, Jakarta Selatan, dengan keahlian di bidang estetika dan kedokteran fungsional. Ia juga tercatat melakukan praktik di Klinik Utama AnHo Bio Prima Integrative Medicine Centre sejak 2014.
Meski First Care menekankan etika dan profesionalisme dalam pernyataan resminya, informasi yang tersedia tidak menyebut adanya putusan organisasi profesi atau hasil pemeriksaan etik terhadap Ayu. Karena itu, respons klinik tersebut perlu dibedakan dari penetapan resmi mengenai ada atau tidaknya pelanggaran kode etik kedokteran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: