Tak Bisa Sendiri 'Lawan' Gibran, Hasto Akui Kekuatan PDIP di DPR Hanya 18 Persen
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui kekuatan partainya di DPR belum cukup untuk menggerakkan proses politik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seorang diri. Karena itu, PDIP membuka ruang dialog dengan fraksi-fraksi partai lain.
Hal tersebut disampaikan Hasto dalam diskusi di kanal YouTube Sinkos Indonesia bersama Faizal Assegaf, Jumat (30/10/2026).
Hasto menyebut PDIP hanya memiliki sekitar 18 persen kekuatan di parlemen. Kondisi tersebut membuat partainya perlu membangun komunikasi dengan kekuatan politik lain.
“Diperlukan dialog-dialog. PDIP sudah siap kalau fraksi dari partai lain mengambil sikap yang sama,” ujarnya.
Hasto menjelaskan, dorongan PDIP untuk mengevaluasi posisi Gibran berkaitan dengan pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, pertimbangan tersebut menyebut tidak ditemukannya ijazah SMA atau sederajat yang menjadi dasar pemenuhan syarat pendidikan Gibran.
Ia menilai persoalan tersebut melengkapi polemik Putusan MK Nomor 90 Tahun 2023. Bagi Hasto, masalah itu tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut etika, keteladanan publik, dan kepatutan seorang pejabat negara.
Hasto menyatakan Gibran seharusnya memiliki rasa malu atas persoalan tersebut. Ia juga menilai pengunduran diri merupakan pilihan yang seharusnya diambil Gibran.
Dalam diskusi yang sama, Faizal Assegaf mengaku melihat adanya “persenyawaan” antara PDIP dan sejumlah partai lain dalam dua hari terakhir. Ia menyebut PDIP tengah menampung aspirasi agar evaluasi terhadap Gibran ditempuh melalui mekanisme politik formal di DPR.
Hasto tidak menyebut partai tertentu yang telah menjalin komunikasi dengan PDIP. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata agenda politik partainya.
“Ini persoalan kita sebagai bangsa,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: