Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan ICBP Tembus Rp64 Triliun, Laba Usaha Tumbuh 7%

        Penjualan ICBP Tembus Rp64 Triliun, Laba Usaha Tumbuh 7% Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Produsen Indomie tersebut membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp64,45 triliun per 30 September 2026, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp56,27 triliun.

        Meski penjualan tumbuh dua digit, peningkatan pendapatan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan margin keuntungan. ICBP mencatatkan laba usaha sebesar Rp13,67 triliun, naik 7% dibandingkan Rp12,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, margin laba usaha justru menyusut menjadi 21,2% dari sebelumnya 22,6%.

        Dalam siaran pers perseroan pada Jumat (30/10/2026), manajemen menjelaskan bahwa penurunan margin tersebut terutama dipengaruhi kenaikan biaya bahan baku, bahan kemasan, dan logistik. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan biaya masih menjadi tantangan bagi perusahaan meskipun pertumbuhan penjualan tetap positif.

        Di sisi lain, kinerja operasional ICBP masih menunjukkan peningkatan. Perseroan membukukan core profit sebesar Rp8,04 triliun, tumbuh 5% dibandingkan Rp7,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut mencerminkan kinerja operasional perseroan setelah tidak memperhitungkan pos-pos nonberulang (non-recurring items) dan selisih kurs.

        Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan perusahaan tetap berfokus memperkuat rantai pasok di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya saing pasar dan profitabilitas perusahaan.

        Baca Juga: Adira Finance Cetak Laba Rp1,6 Triliun di Tengah Tekanan Daya Beli, Kok Bisa?

        Baca Juga: Laba PTBA Melonjak 216% Jadi Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12% 

        “Di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian, ICBP tetap fokus memperkuat rantai pasoknya guna menjaga daya saing pasar dan profitabilitas yang sehat selama periode sembilan bulan di tahun 2026,” ujar Anthoni dalam siaran pers perseroan, Jumat (30/10/2026).

        Ke depan, ICBP akan terus mengembangkan produk yang relevan dan terjangkau bagi konsumen, sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional serta menerapkan disiplin pengelolaan biaya. Strategi tersebut menjadi penting untuk menjaga profitabilitas perusahaan di tengah tekanan biaya produksi dan distribusi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: