Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bisnis Transportasi Listrik di Indonesia Makin Prospektif, Mobilitas Perkotaan Jadi Pasar Potensial

        Bisnis Transportasi Listrik di Indonesia Makin Prospektif, Mobilitas Perkotaan Jadi Pasar Potensial Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan membuka peluang baru bagi industri transportasi berbasis kendaraan listrik. Tingginya aktivitas perjalanan harian, kemacetan, serta kebutuhan konektivitas antarmoda menjadi faktor yang mendorong pengembangan layanan transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

        Salah satu segmen yang memiliki potensi untuk berkembang adalah transportasi roda dua berbasis aplikasi. Sepeda motor masih menjadi moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat Indonesia, terutama untuk perjalanan jarak pendek dan menghubungkan pengguna dengan transportasi publik.

        Di kota besar seperti Jakarta, kebutuhan perjalanan tidak selalu berhenti ketika masyarakat tiba di stasiun atau terminal. Perjalanan lanjutan menuju kantor, pusat perbelanjaan, maupun kawasan permukiman menciptakan kebutuhan terhadap layanan transportasi yang mudah diakses dan fleksibel.

        Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku industri untuk mengembangkan layanan mobilitas berbasis kendaraan listrik. Selain menawarkan alternatif transportasi, model bisnis ini juga berpotensi mendukung perluasan penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari.

        Potensi pasar tersebut tidak terlepas dari besarnya ekosistem transportasi roda dua berbasis aplikasi di Indonesia. Data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yang dirujuk dalam materi perusahaan menyebutkan jumlah pengemudi ojek daring di Indonesia telah melampaui tujuh juta orang.

        Besarnya ekosistem tersebut membuka ruang bagi adopsi kendaraan listrik, terutama pada sektor transportasi yang memiliki intensitas penggunaan kendaraan tinggi. Semakin banyak kendaraan operasional yang beralih ke teknologi listrik, semakin besar pula peluang untuk mengurangi emisi gas buang langsung dari aktivitas transportasi.

        Studi Universitas Gadjah Mada yang mengkaji dampak lingkungan layanan ojek daring di Yogyakarta melalui analisis daur hidup kendaraan menunjukkan bahwa sepeda motor listrik berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 35%-40% dibandingkan sepeda motor berbahan bakar bensin.

        Perhitungan tersebut mencakup dampak penyediaan energi hingga pengoperasian kendaraan. Meski demikian, besarnya manfaat lingkungan tetap bergantung pada sumber energi listrik dan kondisi operasional kendaraan.

        Baca Juga: BBM Langka di Bali, Motor Listrik Mulai Diserbu hingga Inden Sepekan

        Di tengah peluang tersebut, Green SM memperluas bisnis mobilitas listriknya di Indonesia melalui peluncuran layanan sepeda motor listrik Green SM Bike di Jakarta. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem transportasi perusahaan yang sebelumnya telah menghadirkan layanan mobil listrik.

        Melalui kampanye Sat Set Lebih Hijau, Green SM menawarkan layanan transportasi roda dua menggunakan sepeda motor listrik VinFast dengan pengemudi yang mendapatkan pelatihan profesional.

        Model layanan berbasis aplikasi memungkinkan pengguna melakukan pemesanan sekaligus mengetahui tarif perjalanan sebelum transaksi dilakukan. Transparansi tarif dan kemudahan pemesanan menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam menjangkau kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.

        Pengembangan layanan sepeda motor listrik juga memperluas pilihan transportasi yang dapat menjangkau perjalanan jarak pendek. Dengan menggabungkan layanan mobil dan sepeda motor listrik, perusahaan berupaya membangun ekosistem mobilitas yang dapat menjawab kebutuhan perjalanan dengan karakteristik berbeda.

        Global Chief Executive Officer Green SM, Pham Nhat Minh Hoang, mengatakan kehadiran perusahaan di Indonesia merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung transisi hijau.

        "Green SM ingin menjadi mitra jangka panjang Indonesia dalam transisi hijau dan upaya mencapai target pengurangan emisi. Dengan menghadirkan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik yang berkualitas dan semakin dekat dengan masyarakat, kami berharap dapat mempermudah lebih banyak orang untuk memilih mobilitas yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

        Peluncuran Green SM Bike di Indonesia juga menjadi bagian dari perluasan kampanye perusahaan bertajuk Green Your Move, Refresh Your City. Inisiatif tersebut mendukung rangkaian kegiatan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dengan tema Perlindungan Ekosistem dan Udara.

        Bagi industri transportasi, pengembangan bisnis kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan unit kendaraan. Infrastruktur pendukung, kesiapan operasional, kualitas layanan, serta kemampuan membangun kepercayaan konsumen turut menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan bisnis.

        Di sisi lain, perusahaan juga perlu memastikan model operasional mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus menjaga efisiensi biaya. Hal ini menjadi penting mengingat layanan transportasi berbasis aplikasi bergantung pada keseimbangan antara permintaan perjalanan, ketersediaan pengemudi, dan pemanfaatan armada.

        Dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas perkotaan, layanan transportasi listrik berpeluang menjadi salah satu segmen yang berkembang dalam industri transportasi Indonesia. Perluasan ekosistem kendaraan listrik pun dapat menjadi strategi bagi pelaku usaha untuk menangkap peluang bisnis sekaligus berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi di sektor transportasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: