Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Vantage Markets Perluas Bisnis ke RI, Andalkan Platform Trading Global

        Vantage Markets Perluas Bisnis ke RI, Andalkan Platform Trading Global Kredit Foto: Vantage Markets
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Broker multi-aset global Vantage Markets memperluas bisnisnya ke Indonesia melalui PT Vantage Markets Futures. Pada tahap awal ekspansi, perusahaan menjadikan perdagangan emas sebagai produk unggulan untuk menjangkau investor domestik sekaligus memperkuat penetrasi di pasar keuangan global.

        Direktur Utama PT Vantage Markets Futures, Fachrul Zain, mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi perusahaan dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Karena itu, Vantage Markets berencana memperkuat investasi pada pengembangan tim lokal, layanan pengguna, serta edukasi pasar.

        “Indonesia merupakan salah satu pasar penting dengan potensi pertumbuhan jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan berencana untuk terus berinvestasi dalam pengembangan tim lokal, peningkatan layanan pengguna, edukasi investor, serta pengembangan pasar, dengan tujuan untuk tumbuh bersama pengguna dan industri di Indonesia,” ujar Fachrul dalam peresmian kantor Vantage Markets Indonesia di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

        Pada tahap awal operasionalnya, perusahaan menghadirkan perdagangan emas melalui platform MetaTrader 5 (MT5) dan Vantage Web Trading. Instrumen tersebut dipilih karena telah dikenal luas oleh masyarakat dan memiliki pergerakan harga yang dipengaruhi sejumlah faktor global, seperti suku bunga, nilai tukar, inflasi, serta sentimen risiko pasar.

        Vantage Markets menawarkan perdagangan emas selama 24 jam sehari dan lima hari dalam sepekan. Perusahaan juga mengklaim menyediakan spread kompetitif, eksekusi transaksi, serta ukuran transaksi minimum mulai dari 0,1 lot. Dalam waktu dekat, batas minimum tersebut direncanakan turun menjadi 0,01 lot.

        Selain emas, Vantage Markets secara global menyediakan akses ke lebih dari 1.000 instrumen perdagangan. Ekspansi ke Indonesia menjadi bagian dari upaya perusahaan membawa layanan dan teknologi perdagangan global ke pasar domestik.

        Fachrul mengatakan kehadiran perusahaan di Indonesia tidak hanya berorientasi pada penerapan model bisnis global, tetapi juga membangun operasional yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat lokal.

        “Kami tidak hanya ingin membawa kapabilitas global ke Indonesia, tetapi juga benar-benar membangun akar yang kuat di sini. Melalui layanan yang unggul, kepercayaan masyarakat yang kuat, serta keterlibatan berkelanjutan di tingkat lokal, kami ingin tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta pasar Indonesia,” katanya.

        Dari sisi operasional, Vantage Markets Indonesia menjalankan kegiatan usaha melalui PT Vantage Markets Futures. Perusahaan menyatakan telah memperoleh izin dan persetujuan yang relevan dari otoritas terkait, termasuk Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia.

        Perusahaan juga menyatakan akan memperkuat edukasi mengenai karakteristik produk dan risiko perdagangan. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu pengguna memahami instrumen yang diperdagangkan sebelum mengambil keputusan transaksi.

        Secara global, Vantage Markets mengklaim memiliki lebih dari 16,2 juta pengguna terdaftar di 172 negara. Perusahaan juga mencatat rata-rata nilai perdagangan bulanan lebih dari US$7,15 triliun dengan dukungan lebih dari 1.000 instrumen perdagangan.

        Dengan pengalaman selama 17 tahun di pasar global, Vantage Markets menyatakan akan mengembangkan bisnis di Indonesia melalui penguatan layanan lokal, teknologi, edukasi, dan keterlibatan dengan masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel:

        Berita Terkait