Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Catat Aset Dana Pensiun Rp1.721 Triliun hingga September 2026

        OJK Catat Aset Dana Pensiun Rp1.721 Triliun hingga September 2026 Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa  Keuangan (OJK) mencatat total aset industri dana pensiun mencapai Rp1.721,91 triliun hingga September 2026, tumbuh 6,11 persen secara tahunan (year on year/yoy).

        Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pertumbuhan aset ditopang kinerja positif program pensiun sukarela dan program pensiun wajib.

        "Pada industri dana pensiun, total aset per September 2026 tumbuh sebesar 6,11% year on year dengan nilai mencapai Rp1,721,91 triliun," ujar Ogi dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Oktober, Kamis (5/11/2026).

        Pada program pensiun sukarela, total aset mencapai Rp410,97 triliun hingga September 2026, meningkat 3,30 persen dibandingkan Rp397,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Nilai iuran program pensiun sukarela mencapai Rp28,89 triliun atau tumbuh 1,73 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai manfaat yang dibayarkan mencapai Rp34,08 triliun, meningkat 8,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

        Sementara itu, program pensiun wajib mencatat pertumbuhan aset lebih tinggi. Program ini mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.

        Baca Juga: OJK Sanksi 169 Pihak di Pasar Modal Senilai Rp2,23 Triliun per Oktober 2026

        Total aset program pensiun wajib mencapai Rp1.310,94 triliun hingga September 2026, meningkat 7,02 persen secara tahunan.

        Dari sisi penghimpunan dana, nilai iuran program pensiun wajib mencapai Rp91,27 triliun atau meningkat 7,31 persen yoy. Adapun nilai manfaat yang dibayarkan tercatat Rp59,66 triliun, tumbuh 9,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: