Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman (ketiga kanan) serta Deputi Gubernur BI Thomas A. M. Djiwandono (kiri), Filianingsih Hendarta (kedua kiri), Ricky P. Gozali (kedua kiri) dan Solikin M. Juhro (kiri) menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (21/10/2026). BI memutuskan mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dan suku bunga lending facility sebesar 6,5%, serta menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5%. Kebijakan ini didukung insentif instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menarik aliran modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. BI juga berkomitmen menjaga inflasi pada sasaran 2,5% ± 1% pada 2026 dan 2027 melalui optimalisasi instrumen kebijakan moneter dan penguatan ketahanan eksternal.