Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat Sumut: Pasar Bursa Tidak Perlu Cemas Aksi 2 Desember

Pengamat Sumut: Pasar Bursa Tidak Perlu Cemas Aksi 2 Desember Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Medan -

Ada?yang cukup menggembirakan datang dari pasar keuangan jelang aksi damai. Jika sebelumnya indeks bursa saham tertekan, saat ini, tekanannya mulai mereda. Tekanan muncul baik dikarenakan oleh sentimen eksternal dan kekuatiran menjelang aksi damai pada tanggal 2 Desember mendatang.

"Sekali lagi saya menilai kekuatiran akan aksi damai akan berujung seperti aksi damai 4/11 tidak perlu ditakutkan terlalu berlebihan,"kata pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Kamis (1/12/2016).

Gunawan melihat ada beberapa faktor pemicu membaiknya kinerja indeks bursa saham dalam dua hari terakhir. Pertama, secara teknikal tekanan yang terjadi pada indeks bursa saham? membuat IHSG justru dinilai murah dan memicu terjadinya technical rebound.

"Kedua, mata uang Rupiah masih menunjukan tren yang stabil meskipun sejauh ini? masih bertahan murah dikisaran harga 13.500-an per US Dolar. Ketiga, angin segar datang dari kesepakatan antara pemerintah (kepolisian) dengan ormas maupun masyarakat yang akan melakukan aksi damai pada tanggal 2 desember mendatang,"ujarnya.

Kesepakatan masing-masing pihak yang berkomitmen bahwa aksi damai ini akan berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama menjadi daya tarik bagi pelaku pasar untuk masuk ke pasar saham. Sehingga secara akumulasi tidak ada sentiment yang perlu dikuatirkan terlalu berlebihan khususnya dari sisi internal.

"Akan tetapi berbeda di sisi eskternalnya. Kemenangan Trump masih memberikan baying-bayang hitam bagi pasar keuangan kita khususnya obligasi. Tekanan di pasar obligasi masih berlanjut yang mengerek tingkat imbal hasil?surat?utang mengalami kenaikan,"ujarnya.

Ini tentunya menjadi tanda bahwa investor belum sepenuhnya nyaman dengan pasar keuangan, karena mereka memiliki ekspektasi yang lebih baik pada instrument dalam US Dolar.

"Akan tetapi saya percaya tekanan ini akan berlalu nantinya. Memang asing masih membukukan transaksi jual bersih dalam beberapa hari terakhir. Walau demikian arus dana keluar tersebut bukan sepenuhnya menggambarkan bahwa investor benar-benar akan meninggalkan?Indonesia,"katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, secara fundamental ekonomi saat ini masih cukup baik.?Ada?porsi belanja yang besar dalam pembangunan infrastruktur. Masalah euphoria penguatan US Dolar diperkirakan hanya akan berlangsung sementara.

"Tidak dalam jangka panjang. Karena investor benar-benar logis dalam melihat peluang investasi yang menguntungkan. Dan pasar keuangan kita masih sangat menjanjikan. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan,"pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Rahmat Patutie

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: