Kredit Foto: SKK Migas
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswandono pesimistis target lifting minyak dan gas bumi (migas) sebesar 900 ribu barel per hari pada 2029 dapat tercapai.
Agung memproyeksikan lifting migas dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan hanya mampu mencapai sekitar 800 ribu barel per hari. Artinya, angka tersebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kita menargetkan lifting itu 900 ribu barel memang cukup berat. Sementara kami masih optimistis bisa mencapai 800 ribu barel per hari, tetapi tipis. Untuk mencapai 900 ribu itu masih butuh effort,” ujar Agung dalam acara Bincang Santai EITS di Ballroom Brass Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Agung mengatakan untuk tahun ini saja produksi migas nasional masih berada di bawah target yang telah ditetapkan. Dari target lifting sekitar 603 ribu barel per hari, realisasi produksi saat ini baru berada di kisaran 550 ribu barel per hari.
“Per hari ini dari target 603 ribu barel, kita baru mencapai sekitar 550 ribuan produksi migas. Ya itu tantangannya banyak,” imbuhnya.
Ia menuturkan salah satu tantangan utama adalah karakteristik produksi dari sumur migas yang secara alami akan mengalami penurunan produksi seiring waktu.
Baca Juga: Lifting Minyak Pertamina Februari 2026 Capai 386 Ribu BOPD
Baca Juga: Ungkit Eks Menteri Hingga Grup Bayangan, Bahlil Jawab Kritik Target Lifting Minyak 2025
Baca Juga: Tangkis Keraguan DPR, Bahlil: Capaian Lifting Minyak 2025 Bukan Omon-omon
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong kegiatan eksplorasi dan pengembangan wilayah kerja (WK) migas baru.
Baru-baru ini, Kementerian ESDM juga telah melelang 10 WK migas kepada investor dengan tujuan menarik minat pelaku industri untuk mengembangkan potensi migas nasional.
“Kemarin yang terakhir itu 10 WK kita lelangkan. Mudah-mudahan itu bisa mendorong produksi lifting migas,” ucapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: