Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perlambatan perekonomian Sumut Disertai Melambungnya Tekanan Inflasi

Perlambatan perekonomian Sumut Disertai Melambungnya Tekanan Inflasi Kredit Foto: Runni Lubis
Warta Ekonomi, Medan -

Perlambatan perekonomian Sumatera Utara pada triwulan III 2016 turut disertai dengan melambungnya tekanan inflasi melebihi sasaran yang telah ditetapkan. Inflasi Sumatera Utara pada triwulan III 2016 tercatat 6,0% (yoy), meningkat dibandingkan dengan realisasi triwulan sebelumnya yang sebesar 4,3% (yoy). Hal ini dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut, Difi A Johansyah Jumat (2/12/2016).

Lebih lanjut dikatakannya, realisasi inflasi ini berada jauh di atas inflasi nasional yang hanya mencapai 3,1% (yoy), maupun inflasi kawasan Sumatera yang mencapai 4,3% (yoy).

"Meningkatnya tekanan inflasi pada triwulan ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor non fundamental, yaitu kenaikan tekanan inflasi Volatile Foods seiring dengan adanya gangguan produksi domestik yang menghambat pasokan pangan di pasaran,"katanya.

Sementara itu, kenaikan tekanan inflasi inti masih berada dalam level yang terjaga. Memasuki triwulan IV 2016, tekanan inflasi Sumatera Utara tak kunjung mereda. Kondisi cuaca pada bulan Oktober belum cukup kondusif bagi aktivitas pertanian, bahkan masih diwarnai dengan kembali ?batuk?-nya Gunung Sinabung.

"Dengan demikian, faktor risiko inflasi hingga akhir tahun 2016 diperkirakan masih tinggi. Mencermati tingginya risiko inflasi tersebut, TPID se-Provinsi Sumatera Utara terus meningkatkan komitmennya untuk mendukung capaian inflasi yang rendah dan stabil,"ujarnya.

Dengan demikian,?ditambahkannya,? tekanan inflasi diperkirakan masih terkendali meski berpotensi tinggi melebihi sasaran yang telah ditetapkan, yaitu 4?1%.

Selain inflasi, sampai dengan triwulan III 2016, realisasi belanja fiskal baik untuk APBD Provinsi, APBD Kabupaten / Kota dan APBN di Provinsi Sumatera Utara cukup baik tercermin dari adanya peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.?

"Realisasi? APBD Provinsi Sumatera Utara tercatat sebesar 61,6% dari total anggaran, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu (58,1%). Realisasi belanja 25 dari 33 APBD Kabupaten/Kota mencapai 45,9%, sedikit lebih rendah dari realisasi tahun 2015,"ujarnya.

Sementara belanja APBN Pemerintah di Sumatera Utara mencapai 56,2% dari total anggaran sebesar Rp18,562 triliun. "Realisasi ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 46,3%,"pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Rahmat Patutie

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: