Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) membidik pertumbuhan kredit sebesar 12% hingga 13% di tahun 2017 mendatang. Pertumbuhan ini akan dibarengi dengan peningkatan modal kerja perusahaan. Guna memuluskan ambisinya, perseroan bakal menerbitkan surat utang berjenis medium term notes (MTN) senilai Rp1,18 triliun dengan skema private placement.
Direktur Bank BJB Suartini menjelaskan perseroan sudah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia sebagai arranger dan PT Bank Mega sebagai agen pemantau.
"MTN itu bertenor 370 hari terhitung sejak tanggal penerbitan dan memilki bunga 9% per tahun," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (27/12/2016).
Lebih lanjut, dirinya mengatakan surat utang bernama MTN II Bank BJB Tahun 2016 senilai Rp1,18 triliun tersebut telah didaftarkan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Selain pertumbuhan kredit, Bank BJB juga berambisi meningkatkan jumlah dana pihak ketiganya (DPK).
Di tahun 2017 mendatang perseroan mematok pertumbuhan sebesar 14% hingga 15% untuk DPK. Sebagai catatan, sepanjang kuartal tiga tahun ini perseroan telah mendistribusikan kredit sebesar Rp62,7 triliun atau tumbuh 15,7% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp54,5 triliun. Adapun, rasio kredit bermasalah (NPL) turun menjadi 1,7% dari sebelumnya 2%.
Pertumbuhan kredit tersebut memicu pendapatan bunga bersih sebesar 27,3% secara tahunan (year on year/yoy) dan memicu pertumbuhan laba hingga 55,6% atau menjadi Rp1,392 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Gito Adiputro Wiratno
Editor: Cahyo Prayogo
Advertisement