Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ini 4 Metode Enkripsi untuk Proteksi Data Digital

Ini 4 Metode Enkripsi untuk Proteksi Data Digital Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Enkripsi secara eksplisit dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah pesan (informasi) sehingga tidak dapat dilihat tanpa menggunakan kunci pembuka rahasia. Teknologi ini sudah digunakan sejak zaman dulu oleh militer dan intelejen. Dalam perang dunia kedua misalnya, mesin Enigma menjadi pusat perhatian karena menggunakan enkripsi untuk mengirim pesan-pesan rahasia intelejen Jerman.

Saat ini teknologi enkripsi dengan beberapa modifikasi sudah diaplikasikan untuk kepentingan umum, dalam aktivitas digital seperti merahasiakan data-data penting milik perorangan maupun perusahaan. Enkripsi adalah cara paling efektif untuk mengamankan data, melindungi dari serangan yang berhasil masuk ke jaringan perusahaan, serangan terhadap infrastruktur perusahaan, dan usaha pencurian data.

Lebih spesifik, enkripsi terbagi ke dalam beberapa metode, pengguna dapat memilih metode tertentu sesuai dengan kebutuhannya sebagai berikut

Enkripsi File

Fitur ini mengenkripsi satu-persatu file sesuai kebutuhan pengguna apabila ingin melindungi file tertentu saja yang dianggap penting atau rahasia. Metode ini biasanya dimanfaatkan untuk mengamankan file yang akan ditransfer melalui email, CD/DVD, kartu memori, dan sejenisnya.

Enkripsi Folder

Berfungsi mengenkripsi folder termasuk subfolder. Setiap file baru atau folder yang dibuat dalam folder tersebut akan ikut dienkripsi. Jika melakukan drag and drop sebuah file atau folder ke dalam folder yang sudah dienkripsi maka otomatis akan terenkripsi tapi apabila drag and drop file atau folder keluar akan langsung didekripsi.

Apabila pengguna login, file dalam folder terenkripsi akan membuka dan menyimpan seperti biasa, namun jika pengguna tidak login, file dalam folder tersebut akan tetap terenkripsi dan file tidak dapat diakses, tidak dapat dikenali atau file akan terbuka namun akan menampilkan data dalam keadaan dienkripsi. Fitur seperti ini memiliki kemampuan menyembunyikan semua folder terenkripsi saat tidak login sehingga tidak terlihat.

Enkripsi Full Disk

Dengan full disk encryption seluruh kapasitas hard drive komputer akan dienkripsi, mencakup sistem, program dan semua data yang tersimpan di dalamnya. Setelah proses awal mengenkripsi hard drive telah selesai, pengguna perlu login ketika komputer pertama kali dinyalakan, ini disebut sebagai otentikasi pra-boot, menggunakan password. Setelah login, komputer akan beroperasi seperti biasa dengan semua data dan program yang tersedia. Namun, komputer tidak dapat diakses tanpa password login.

Oleh karena itu full disk encryption memberikan perlindungan terbaik dari data yang tersimpan pada perangkat portabel, yang meskipun dicuri tidak mungkin dapat diakses tanpa mengetahui password yang benar. Walaupun hard disk telah dihapus dan digunakan untuk komputer lain isi disk akan masih tetap terenkripsi dan benar-benar tidak dapat diakses.

Shredder

Tahukah Anda menghapus data/file dengan cara menekan tombol delete tidak menjamin data terhapus/hilang sepenuhnya. Walau data tersebut dihapus melalui fitur recycle bin sekalipun. Data yang telah dihapus tersebut tetap dapat dipanggil/dimunculkan kembali dengan menggunakan software tertentu. Shredder adalah fitur yang mampu memusnahkan data secara total sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh siapa pun. Shredder bukanlah fitur untuk mengenkripsi, namun fitur pemusnah data ini biasanya menjadi satu kesatuan di dalam aplikasi enkripsi.

Direktur Marketing PT Prosperita Mitra Indonesia Chrissie Maryanto mengatakan ESET saat ini telah dilengkapi dengan teknologi enkripsi dalam produknya yang dinamakan DESlock, yang tersedia untuk solusi proteksi data personal maupun proteksi data perusahaan.

"Seperti produk ESET lainnya, layanan purnajual untuk DESlock juga 100% lokal di Indonesia. Diprediksi kebutuhan DESlock akan semakin meningkat, terutama di perusahaan karena persaingan bisnis yang makin ketat dan tiap perusahaan harus mengamankan data sensitif seperti data finansial, formula, dan lain-lain dengan lebih serius," katanya di Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Baca Juga: 4 Kabupaten Sudah Serahkan Rekapitulasi ke KPU Bali

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cahyo Prayogo
Editor: Cahyo Prayogo

Advertisement

Bagikan Artikel: