Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waduh, Indonesia Termasuk Negara dengan Penguasaan Bahasa Inggris Rendah

Waduh, Indonesia Termasuk Negara dengan Penguasaan Bahasa Inggris Rendah Kredit Foto: Unsplash/Nik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kecakapan dalam berkomunikasi menjadi salah satu faktor penting di tengah perkembangan industri dan dunia kerja yang semakin terbuka. Penguasaan terhadap bahasa asing, khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa yang paling banyak dipakai di dunia menjadi tak terelakkan lagi. Sayangnya, dibanding negara-negara lain, sejauh ini masyarakat Indonesia dinilai tertinggal dalam hal kemampuan dan penguasaan bahasa Inggris.

"Dalam riset yang kami lakukan secara global pada tahun lalu, Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang penguasaan bahasa Inggrisnya cukup rendah. Dari 80 negara secara internasional, Indonesia ada di peringkat 51. Sedangkan dari 21 negara-negara Asia yang kami teliti, Indonesia ada di peringkat 13," ujar Head of Marketing EF English Centers for Adults, Evan Januli di sela peluncuran produk Career Track di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Career Track sendiri, menurut Evan, merupakan produk edukasi terbaru dari EF English Centers for Adults yang khusus diperuntukkan bagi kalangan profesional yang ingin lebih menguasai kebutuhan bahasa Inggris di dunia kerja.

Baca Juga: Persoalkan Bahasa Inggris, TKN: Cinta Laura Saja Jadi Presiden

Dengan perkembangan dunia kerja dan juga semangat entrepreneurship saat ini, Evan menjelaskan, sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat Indonesia bila ingin terus dapat bersaing dan berkembang. Tak hanya untuk melamar kerja, kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar juga dibutuhkan bahkan bagi para entrepreneur agar bisnis yang dibangunnya dapat berkembang lebih maksimal.

"Sebagian orang masih berpikir bahwa bahasa Inggris hanya penting untuk mencari kerja. Padahal di era keterbukaan seperti saat ini, bahkan Anda berwirausaha pun perlu fasih berbahasa Inggris. Investor atau klien dari negara lain bisa saja tiba-tiba datang dan ingin join. Kalau Anda tidak siap, peluang perluasan bisnis ini jadi sia-sia," tutur Evan.

Soal kemampuan berbahasa Inggris itu, lanjut Evan, harus dipelajari dengan serius dengan panduan atau kurikulum yang tepat. Kemampuan berbahasa Inggris disebut Evan tidak bisa dipelajari sembarangan lewat online, misalnya dengan menonton video atau film.

"Kesalahan yang paling umum terjadi di orang kita (Indonesia) adalah berbicara bahasa Inggris, tapi tetap dengan struktur bahasa Indonesia. Kalau untuk sekadar dimengerti maksudnya ya it's oke. Tapi, untuk dunia kerja, kita sudah enggak bisa sembarangan lagi. Secara grammar, pronunciation, dan sebagainya ya harus betul. Ini yang masih kurang disadari di masyarakat kita," tegas Evan.

Baca Juga: Tim Prabowo-Sandi: Dua Calon Kami Jago Bahasa Inggris, Sindir Jokowi-Ma'ruf?

Baca Juga: PAN Jateng Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, Pengamat: Bisa Dapat Tiket Capres KIB

Penulis: Taufan Sukma
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: