2,5 Bulan Hilang karena Bantah-bantahan, Rizal Sindir Keras: Pejabat Paling Doyan Bantah Kritikan
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Padahal ada penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran di Tanah Air kalau Covid-19 sudah masuk Indonesia saat itu. "Kita kehilangan dua setengah bulan berharga (untuk) bantah-bantahan (Covid-19 sudah masuk atau belum). Pejabat kita paling doyan membantah masukan dan kritikan yang benar," katanya.
Meski demikian, Rizal menilai belum ada kata terlambat bagi pemerintah untuk membangkitkan perekonomian bila sesegera mungkin mengubah strategi. Bahkan, sambung Rizal, Indonesia bisa mengejar tiga negara yang akan menjadi superpower dalam 10 tahun mendatang, sebagaimana yang diperkirakan para analis ekonomi. Ketiga negara itu adalah Vietnam, India, dan Meksiko.
Menurutnya, jika ekonom-ekonom yang ada di lingkar pemerintahan diisi orang-orang hebat, maka Indonesia bisa menyodok ke urutan empat. Selain hebat, ekonom-ekonom itu juga harus mampu keluar dari jerat ketergantungan dengan China.
Baca Juga: Covid-19 Tak Selesai hingga Juli, Bisnis Ini Sudah Innalillahi
"Untuk itu, kita jangan lagi jadi antek China. Konstitusi kita jelas bebas aktif. Enggak ikut blok barat, blok timur. Kita harus bebas aktif," tegas Rizal.
Rizal menilai selama ini Indonesia terkesan lemah di hadapan China. Mulai dari lemah menyikapi para pekerja China yang bisa hilir mudik di saat wabah melanda, hingga perdagangan yang berkiblat ke negeri tirai bambu itu.
Rizal menegaskan bahwa Indonesia harus mulai menggeser kiblat politik luar negeri dan investasi tersebut. Indonesia harus mengutamakan kepentingan rakyat untuk bisa menjadi negara yang superpower.
"Ini waktunya menggeser politik luar negeri dan investasi kita, dari sangat pro China, antek Beijing jadi negeri kita sendiri. Ini kesempatan Indonesia jadi negeri superpower," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait:
Advertisement