Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

2,5 Bulan Hilang karena Bantah-bantahan, Rizal Sindir Keras: Pejabat Paling Doyan Bantah Kritikan

2,5 Bulan Hilang karena Bantah-bantahan, Rizal Sindir Keras: Pejabat Paling Doyan Bantah Kritikan Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ekonom senior, Rizal Ramli, optimis Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemik virus corona atau Covid-19. Syaratnya, pemerintah jujur pada situasi ekonomi hari ini dan segera mengubah strategi untuk keluar dari krisis.

Menurut Rizal, situasi ekonomi yang tidak baik pada hari ini akibat ulah segelintir pejabat yang selalu defensif terhadap kritikan dan masukan dari kalangan masyarakat. Bahkan, sebelum ada pandemik Covid-19, dia sudah sering mengingatkan pemerintah bahwa kondisi ekonomi sudah semakin memburuk akibat salah strategi.

"Sebelum ada pandemik Covid-19, ekonomi (kita) sudah masalah. Tahun 2017, 2018, 2019," ujar Rizal Ramli yang juga mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu, Rabu (22/4/2020).

Baca Juga: Pemerintahan Jokowi Harus Berterima Kasih pada Prabowo karena Jasanya...

Rizal Ramli menuturkan hasil analisisnya itu berdasarkan wawancara dengan beberapa pihak yang pernah mengalami krisis 1998, dan apa yang terjadi saat wabah Covid-19 ini dirasa lebih parah.

Namun, Rizal menyesalkan sikap pemerintah yang terus menutupinya seolah-olah baik-baik saja karena melakukan pinjaman. Padahal, akibatnya utang Indonesia menjadi semakin parah dan krisis ekonomi membawa Indonesia masuk ke jurang yang lebih dalam lagi.

"(Saya tanya kata mereka tahun 1998) kita tutup buka lagi, tapi enggak hancur kaya gini. Tapi, seolah-olah ada stability di-doping pinjaman dengan bunga yang tinggi. Seolah-olah ada kesan semua oke. Tapi utang luar negeri besar sekali. Ini akan menambah masalah lagi," tutur Rizal.

Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu juga menyoroti sikap pemerintah yang sempat sesumbar karena mengklaim Covid-19 belum masuk ke Tanah Air pada Januari 2020. Bukannya mempersiapkan amunisi untuk mencegah dampak dari pandemik Covid-19, pemerintah justru malah asyik sibuk saling bantah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: