Kredit Foto: Antara/Moch Asim
Misalnya, membuka layanan penerbangan itu wajib dilakukan rapid test yang hasilnya keluar sekitar 30 menit. Yang hasilnya positif tidak boleh terbang.
Sementara yang negatif boleh terbang. Karena tingginya false negatif dan positif pada rapid test, mereka harus melakukan isolasi di daerah tujuan.
Menurut Tri Yunis saat ini sebenarnya belum ada tanda-tanda penurunan penyebaran virus Sars Cov-2. Alasannya, orang positif baru masih di atas 300 per hari.
Jika memaksa perekonomian dibuka, pemda harus melakukan pemeriksaan, misalnya terhadap penjual dan pembeli di pasar tradisional. Pasar merupakan titik berkerumun manusia yang berpotensi terjadi penularan.
Baca Juga: Diserang 3 Menteri Jokowi Sekaligus, Anies Kalem Saja
"Kalau itu (survei) dilakukan, aman saja. Yang membiarkan pasar terbuka harus dijamin dengan survei. Itu hanya dilakukan di beberapa dearah itu. Di Jakarta tidak dilakukan,” terangnya.
Dosen Universitas Indonesia itu menyatakan virus Corona bisa dihentikan tanpa menggunakan vaksin. Syaratnya, hentikan penyebaran sampai nol kasus. Masalah di Indonesia ada pada upaya pendeteksian dan pelacakan yang masih rendah.
"Di kita tidak ada upaya yang demam dan panas itu di-rapid dan PCR seperti Korea Selatan. Di Korea dengan begitu, semua kasus bisa dideteksi, melakukan isolasi, dan social distancing," tuturnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait: