Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Apabila benar proyek yang dimaksud oleh Ahok ialah terkait digital security tersebut, maka Dahlan menilai Peruri memiliki hak untuk mematok biaya sebesar Rp500 mliiar kepada Pertamina.
"Tentu Peruri merasa punya hak untuk minta harga tinggi. Pinter-pinternya Peruri berbisnis. Yang penting tidak memaksa," tutur Dahlan.
Oleh karenanya, Dahlan menyebutkan, transaksi yang dikesali oleh Ahok, merupakan transaksi bisnis biasa.
"Tentu Pertamina bisa menawar atau menolak tawaran itu. Biasa saja, bisnis biasa," ujar Dahlan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Mochamad Rizky Fauzan
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait: