Gaya Ceplas-Ceplosnya Mirip Ahok, Purbaya Diprediksi Jadi Rebutan Banyak Partai Usai Tak Lagi Jadi Menteri
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Sosok Purbaya Yudhi Sadewa terus menjadi perbincangan hangat di panggung perpolitikan Tanah Air pasca-berhenti dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.
Gaya komunikasinya yang direct alias ceplas-ceplos dinilai menjadi daya tarik utama yang bisa memikat para pemilih pada Pemilu 2029 mendatang.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai karakter kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Purbaya adalah tipikal sosok yang justru sangat dirindukan dan disukai oleh masyarakat luas.
"Gaya ceplas-ceplos eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memang sosok pemimpin yang lebih disukai oleh masyarakat. Itu seperti ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjadi Gubernur DKI Jakarta," ungkap Fernando Emas kepada Warta Ekonomi.
Menjadi Magnet Suara Parpol di Pilpres 2029
Karakter kuat dan basis dukungan simpatisan yang besar membuat Purbaya menjadi komoditas politik yang bernilai tinggi. Sangat mungkin bagi partai-partai politik untuk meminangnya demi kepentingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Tidak hanya partai besar, Fernando juga memprediksi partai-partai politik baru yang masih krisis ketokohan akan berlomba-lomba menggandeng Purbaya demi mendulang suara di pemilu mendatang.
Lantas, partai manakah yang berpotensi menjadi pelabuhan Purbaya? Dari deretan partai yang saat ini bercokol di DPR RI, Fernando melihat ada beberapa skenario koalisi yang sangat mungkin terjadi.
"Masih sangat mungkin Purbaya bisa digandeng oleh Partai Golkar, PAN, PKB, atau PKS, untuk kemudian dipasangkan dengan kader dari partai lain, seperti dari PDI Perjuangan," paparnya.
Meski saat ini sedang berada di puncak popularitas karena simpati publik, Fernando memberikan peringatan terkait masa depan politik Purbaya. Karier politik seseorang sangat bergantung pada ketersediaan "kendaraan" atau panggung.
Jika dalam waktu dekat Purbaya tidak segera menentukan kendaraan politiknya, euforia masyarakat terhadap dirinya bisa memudar.
"Kalau Purbaya tidak memiliki kendaraan untuk panggung politiknya, maka secara perlahan akan redup dengan sendirinya. Kecuali, para simpatisan Purbaya memang sungguh-sungguh menginginkan ia mengikuti kontestasi Pilpres 2029, lalu secara swadaya membuatkan 'panggung' terhadap mantan menteri keuangan tersebut," tutup Fernando.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat