Polisi Soal Tewasnya Laskar FPI: Sampai Sekarang Belum Ada Surat Masuk dari Komnas HAM
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian R. Djajadi, mengaku belum menerima surat dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait penyelidikan penembakan terhadap enam orang pengawal Habib Rizieq Shihab.
"Sampai sekarang belum ada surat masuk ke Pidum (pidana umum) dari Komnas HAM," kata Andi saat dihubungi, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kasus Nyawa Hilang, PPP Selaras dengan Muhammadiyah Minta Komnas HAM Turun Tangan
Berdasarkan surat yang beredar Komnas HAM yang diteken Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan, M Choirul Anam, bahwa Komnas HAM telah melayangkan surat kepada PT Jasa Marga (Persero) dan Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran.
Sebelumnya, tim telah meminta keterangan berbagai pihak antara lain Front Pembela Islam (FPI), saksi, keluarga korban dan masyarakat. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan lapangan secara langsung.
Kemudian, tim melakukan pemantauan lapangan secara langsung dan sedang memperdalam tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penyerangan terhadap kepolisian yang berujung penembakan yang mengakibatkan enam enam orang laskar pengawal Habib Rizieq Shihab tewas.
"Permintaan keterangan ini guna melengkapi berbagai informasi yang telah didapat dan sedang didalami. Semoga semua pihal dapat bekerja sama untuk membuat terangnya peristiwa," tulis surat Komnas HAM tersebut.
Baca Juga: 6 Anggota FPI Didor Mati, Ahli Hukum: Terbukti Salah Prosedur, Negara Harus Minta Maaf
Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran, menyebut anggota korps Bhayangkara diserang sejumlah orang, Senin dini hari, 7 Desember 2020. Penyerangan ini diduga ada kaitannya dengan rencana pemanggilan kedua Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab yang dijadwalkan Senin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Cahyo Prayogo
Tag Terkait: