Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

The Real Sultan! Grup Djarum Milik Orang Terkaya RI Caplok Dua Perusahaan, Nilainya Bikin Melongo!

The Real Sultan! Grup Djarum Milik Orang Terkaya RI Caplok Dua Perusahaan, Nilainya Bikin Melongo! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Grup Djarum yang merupakan konglomerasi bisnis milik orang terkaya RI mengumumkan bahwa telah melakukan akuisisi dua perusahaan sekaligus. Merogoh kocek hingga belasan triliun rupiah, Grup Djarum milik konglomerat Robert Budi Hartono resmi menjadi pemegang saham mayoritas dalam PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Grup Djarum mengakuisisi 51% atau 797.888.628 saham RANC melalui PT Global Digital Niaga (Blibli.com) pada 30 September 2021. Seluruh saham tersebut dibeli dengan harga Rp2.550 per saham. Dengan begitu, nilai akuisisi yang dikeluarkan Grup Djarum untuk RANC mencapai Rp2,03 triliun. Baca Juga: Bursa Asia Kompak Amblas, IHSG Ngegas Disuntik Triliunan Rupiah Sekaligus!

"Pada 30 September 2021, GDN telah menyelesaikan pengambilalihan dengan jumlah keseluruhan sebanyak 797.888.628 saham yang merupakan 51% dari jumlah modal yang disetor dan ditempatkan dalam RANC," ungkap Direktur RANC, Hady Purnama, pada Senin, 4 Oktober 2021. Baca Juga: Ribbit Capital Investasi di Bank Jago Milik Konglomerat Jerry Ng! Ternyata Punya Ambisi untuk....

Tak berhenti sampai di sana, entitas usaha Grup Djarum, yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui Protelindo juga mengeluarkan dana hingga Rp16,73 triliun untuk mengambil alih 94,03% atau 1,06 miliar saham SUPR. Harga saham SUPR mencapai Rp15.640,01 per saham. Harga tersebut bahkan lebih tinggi dari harga penutupan saham SUPR per 30 September 2021 lalu yang bertengger di Rp13.200 per saham.

Wakil Direktur Utama Protelindo (PTRL), Adam Gifari, mengungkapkan bahwa akuisisi tersebut dilakukan pada 1 Oktober 2021. Adapun tujuan akuisisi itu tidak lain adalah untuk pengembangan usaha Protelindo di masa mendatang.

"Tujuan pengambilalihan adalah untuk pengembangan usaha PRTL serta perluasan jaringan usaha agar dapat memperkuat posisi PRTL sebagai pemilik dan operator tower independen dalam rangka melayani operator telekomunikasi Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Keuntungan Formula E 2022 Rp5,29 Miliar, Pendukung Jokowi: Bukan Rp1,48 Triliun Seperti yang Digemborkan

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: