KKP Lepas Ekspor Ikan ke 44 Negara, Ada Ikan Hias Hingga Konsumsi

KKP Lepas Ekspor Ikan ke 44 Negara, Ada Ikan Hias Hingga Konsumsi Kredit Foto: Antara/Olha Mulalinda

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepas ekspor perikanan ke 44 negara tujuan. Ekspor itu terdiri atas 19.145,3 ton dan 1,2 juta ekor ikan sehat bermutu dari berbagai daerah dengan total nilai pengiriman mencapai US$ 88.249.011 yang diberangkatkan dari Instalasi KIPM Puspa Agro Sidoarjo.

Pelepasan ini sekaligus menandai kegiatan "Indonesia Satu Ekspor ke-22" yang dilakukan oleh Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

"Tentu ini sebuah kegiatan yang patut kita syukuri bersama, karena momen ini bertepatan dengan peluncuran Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera," kata Kepala BKIPM, Rina usai pelepasan ekspor, Selasa (26/10/2021).

Rina menambahkan, selama periode 19 – 25 Oktober 2021, jajarannya di 46 unit pelaksana teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia telah menerbitkan 1.379 Health Certifcate (HC).

Adapun komoditas perikanan yang diekspor berupa ikan konsumsi dan ikan hias yang berasal dari 29 provinsi di Indonesia. "Terima kasih kepada teman-teman di lapangan, dengan menerbitkan HC berarti sejumlah itu pula pelaku usaha terlayani penjaminan mutu keamanan pangan dan kesehatan ikan," sambungnya.

Ekspor produk perikanan tersebut akan dikirim ke 44 negara tujuan dan diberangkatkan dari 18 pelabuhan laut serta 15 bandar udara. Produk yang dilepas mencapai 38 jenis, mulai dari udang, tuna, hingga ikan hias.

 "Ekspor ini membuktikan bahwa pandemi tidak menghalangi kita untuk terus memberikan pelayanan optimal," ujar Rina.  Ke depan, ia pun memastikan jajarannya akan tetap bekerja semaksimal mungkin sekaligus memperkuat sinergitas dengan para pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.

Dia berharap, melalui pelayanan optimal seperti penerbitan sertifikat HC, cara karantina ikan yang baik (CKIB) dan aksi jemput bola ke pelaku usaha, ekonomi masyarakat bisa terus bergerak dan bangkit dari situasi pandemi.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini