Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lewat PDIP Ahok Bakal Nyapres di 2024 Lawan Anies Baswedan, Pilgub DKI 2017 Terulang?

Lewat PDIP Ahok Bakal Nyapres di 2024 Lawan Anies Baswedan, Pilgub DKI 2017 Terulang? Kredit Foto: GenPI
Warta Ekonomi, Jakarta -

kademisi politik Rochendi menilai isu presiden non-Jawa yang beredar di masyarakat ada kaitannya dengan potensi Anies Baswedan dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai capres 2024.

Meskipun begitu, Rochendi masih ragu apakah isu tersebut dilontarkan untuk mendukung atau menjegal Anies dalam Pilpres 2024.

Baca Juga: Pamer Beri Danah Hibah ke Parpol, Mas Anies Kena Sentil Ketua DPRD DKI

“Di UUD dijelaskan frase ‘Presiden Indonesia harus orang Indonesia asli. Frasa itu akan menggugurkan Anies Baswedan untuk menjadi presiden,” ujarnya kepada GenPI.co, Jumat (24/12).

Rochendi menduga jika frasa tersebut diubah, di akhir-akhir masa pendaftaran nama Ahok sebagai calon presiden akan muncul lagi.

Pasalnya, calon dari PDIP akan kalah bertarung melawan Anies dalam Pilpres 2024, baik itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

“Jadi, bisa saja PDIP akan mengganti calon presiden pada Pilpres 2024 menjadi Ahok dan dia akan berhadapan lagi dengan Anies, mirip seperti Pilgub DKI 2017,” ungkapnya.

Menurut Rochendi, hal itu adalah agenda tersembunyi yang dirumuskan oleh para oligarki.

Para oligarki merasa bahwa semua rencana dan hasil pembangunan hari ini akan berantakan jika bukan Ahok yang menggantikan kursi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Namun, ini masih ditutupi oleh mereka. Sebab, jika Ahok dimunculkan di awal, resistensi masyarakat akan makin kuat,” tuturnya.

Lebih lanjut, PDIP juga sudah tak punya pilihan presiden lain, karena Ketua DPR Puan Maharani juga tak laku “dijual” sebagai calon presiden.

“Namun, Megawati masih tetap ngotot bahwa Puan harus masuk ke lingkaran istana,” paparnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Alfi Dinilhaq

Bagikan Artikel:

Video Pilihan