Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Klaim Telepon dengan Putin Produktif! Kremlin: Tidak Ada yang Disepakati

Trump Klaim Telepon dengan Putin Produktif! Kremlin: Tidak Ada yang Disepakati Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Washington dan Moskow punya cerita berbeda soal telepon Trump-Putin yang berlangsung satu jam pada Senin (9/3/2026).

Dalam konferensi pers di Moskow, Selasa (10/3/2026), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov secara sistematis membantah satu per satu klaim yang beredar di media Barat soal isi percakapan itu. Hasilnya tiga penolakan tegas dalam satu sesi klarifikasi.

Pertama soal gencatan senjata di Ukraina. Peskov menegaskan Trump tidak mengajukan permintaan gencatan senjata sebelum resolusi penuh tercapai, meski beredar laporan bahwa Kiev membutuhkan jeda untuk membantu negara-negara Arab menghadapi serangan drone Iran.

"Kondisi seperti itu tidak ditetapkan. Hal ini sudah berulang kali dinyatakan. Semua modalitas terkait gencatan senjata sudah dipahami dengan baik," kata Peskov dikutip dari Kantor Berita TASS.

Pernyataan itu menutup spekulasi bahwa telepon Trump-Putin menghasilkan komitmen apapun soal Ukraina.

Kedua soal jadwal perundingan. Peskov menyebut satu-satunya hasil konkret dari telepon itu adalah kesepakatan bahwa format trilateral Rusia-Ukraina-AS perlu dilanjutkan.

"Tidak ada tanggal spesifik dan tidak ada lokasi geografis spesifik yang ditetapkan," ujarnya.

Ketiga soal sanksi minyak. Peskov menyatakan kemungkinan pelonggaran sanksi minyak AS terhadap Rusia "tidak dibahas secara detail." Ia menjelaskan pembatasan minyak yang diterapkan AS berkaitan dengan upaya menstabilkan pasar energi global di tengah situasi Teluk Persia, bukan bagian dari negosiasi bilateral.

Di balik tiga penolakan itu, Kremlin menyisipkan satu gestur positif.

"Presiden Putin sangat menghargai upaya mediasi ini; kami berterima kasih atas hal ini dan tertarik agar proses ini berlanjut," kata Peskov.

Namun penghargaan itu tidak disertai konsesi apapun dari pihak Moskow.

Selama telepon berlangsung, Putin justru menginformasikan Trump tentang apa yang ia sebut sebagai kemajuan sukses pasukan Rusia di zona operasi militer. Narasi itu menempatkan Moskow di posisi tawar yang kuat, bukan sebagai pihak yang merasa perlu berkompromi.

Zelensky dari Kiev juga memperkuat gambaran yang sama. Melansir NBC News, Presiden Ukraina itu menegaskan tidak ada perjanjian resmi tentang gencatan senjata dan "tidak ada dialog langsung maupun perjanjian langsung antara kami dan Rusia.

Zelensky menyebut permintaan Trump ke Putin sebagai inisiatif pihak Amerika dan Kiev melihatnya sebagai peluang, bukan kesepakatan.

Soal Timur Tengah, Peskov membuka sedikit ruang tanpa memberikan detail. Ia menyebut Putin sejak awal sudah mengusulkan berbagai opsi mediasi untuk deeskalasi dan banyak proposal itu masih di atas meja.

Namun Peskov menolak menyebut Putin sebagai mediator dan tidak berkomentar soal laporan dugaan transfer intelijen Rusia ke Iran.

"Ini membutuhkan banyak kesepahaman, banyak perjanjian. Jadi mari kita sedikit bersabar," ujarnya.

Baca Juga: Meski DIguncang Perang AS - Iran, OJK Klaim Pasar Modal RI Masih Dilirik Investor Asing

Setelah semua klarifikasi Kremlin, yang tersisa adalah gambaran sederhana: Trump menelepon Putin dengan harapan mendapat sesuatu, entah kemajuan di Ukraina, sinyal soal Iran, atau setidaknya komitmen pada perundingan berikutnya.

Peskov dengan hati-hati memastikan publik tahu bahwa tidak satu pun dari itu benar-benar terjadi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat