Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengurus Tatanan Dunia Digoyang Arteria Dahlan, Lord Rangga Sunda Empire Langsung Seruduk Balik

Pengurus Tatanan Dunia Digoyang Arteria Dahlan, Lord Rangga Sunda Empire Langsung Seruduk Balik Kredit Foto: Instagram/Arteria Dahlan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tokoh Sunda Empire, Rangga Sasana, mendatangi Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/1). Rangga mengatakan kedatangannya ke Kompleks Parlemen Senayan untuk menemui Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan.

"Sebagaimana diketahui ada oknum DPR Arteria Dahlan melarang bahasa daerah untuk komunikasi, ini halnya melanggar suatu Bhinneka Tunggal Ika, artinya dia melanggar Pancasila dan persatuan Indonesia, untuk itu Lord datang untuk melabrak dia," kata Rangga kepada wartawan, Kamis (20/1).

Rangga mengatakan sebagai wakil rakyat Arteria harusnya berbicara sopan. Ia mengatakan kedatangan dirinya tidak hanya untuk mengingatkan Arteria, tetapi juga anggota anggota DPR lainnya.

"Kalian itu hanya pembantu, pelayan rakyat mestinya melakukan satu konstitusi apapun untuk menyampaikan hal, kelakukan, tindakan dan ucapan dalam melayani rakyat sebaiknya dengan sopan santun, karena budaya kita budaya tinggi, apalagi menyerang-nyerang dengan Sunda Empire, ada apa kamu?" ujar dia.

Sebelumnya Arteria Dahlan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait pernyataannya dalam rapat kerja Komisi III dengan Jaksa Agung beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa dirinya tak bermaksud mendeskreditkan suku dan bahasa Sunda.

Baca Juga: Sebelumnya Kekeuh "Nyeruduk" Soal Bahasa Sunda, Arteria Dahlan Akhirnya Minta Maaf: Saya...

"Jadi sehubungan dengan pernyataan saya dalam rapat kerja dengan komisi III dengan Kejagung pertama-tama saya ingin sampaikan saya tidak ada niat, tidak ada maksud, tidak ada tujuan untuk mendiskreditkan, untuk merendahkan keluarga kami dari suku Sunda. Mendiskrreditkan bahasa Sunda dan masyarakat Jabar pada umumnya," kata Arteria di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/1).

Arteria menjelaskan, dalam rapat tersebut dirinya justru memuji instansi kejaksaan. Hanya sedikit kritik yang ia sampaikan yaitu soal Kajati yang berbicara bahasa Sunda saat rapat.

"Terkait hal tersebut saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat, kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, semua lah, karena saya menganggap orang Sunda itu bagian dari keluarga besar kami," ujarnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan