Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bikin Sejarah, Joe Biden Calonkan Wanita Muslim Jadi Hakim Federal

Bikin Sejarah, Joe Biden Calonkan Wanita Muslim Jadi Hakim Federal Kredit Foto: Instagram/Joe Biden
Warta Ekonomi, Washington -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menominasikan Nusrat Jahan Choudhury, wanita Muslim untuk jabatan hakim federal buat pertama kalinya.

Jika hal tersebut telah disetujui, Pemerintahan Biden akan masuk dalam sejarah AS dalam membentuk peradilan federal dengan keragaman. Choudhury akan menjadi wanita Muslim pertama yang menjabat sebagai hakim federal dan orang Amerika keturunan Bangladesh pertama.

Nusrat Jahan Choudhury.

Choudhury, yang kini menjabat Direktur Hukum American Civil Liberties Union of Illinois dicalonkan Biden untuk Pengadilan di Distrik Timur New York. Ia akan menjadi hakim federal Amerika Muslim kedua setelah Senat mengukuhkan Zahid Quraishi, calon Biden lainnya ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik New Jersey pada Juni lalu.

Sejak Biden menjabat satu tahun lalu, total nominasi yudisial Biden adalah 83 orang. Ini melanjutkan upaya Pemerintahannya untuk menempatkan lebih banyak perempuan dan hakim kulit berwarna di bangku federal.

Sebanyak 62 calon hakim federal Biden adalah perempuan. Termasuk tujuh dari delapan calon baru. Kelompok baru ini mencakup dua wanita kulit hitam, seorang imigran Taiwan, seorang Amerika Asia, seorang Latin, dan satu calon yang mengidentifikasi diri sebagai orang Amerika Asia, Latin dan kulit putih.

Diansir dari USA Today, tiga calon adalah pengacara hak-hak sipil, dua adalah pengacara perburuhan dan dua pembela umum.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer pun mendukung Choudhury sebagai ahli dalam hak-hak sipil dan kebebasan.

Muslim Advocates, sebuah organisasi hak-hak sipil nasional, menulis surat, Juli lalu kepada Schumer dan Senator New York Kirsten Gillibrand, yang menyatakan bahwa Choudhury memiliki “reputasi bintang” untuk memajukan hak-hak komunitas minoritas. Pencalonannya pun akan membuat sejarah yang sangat dibutuhkan.

Biden juga mencalonkan Arianna Freeman, pembela umum federal di Philadelphia, untuk bertugas di Pengadilan Banding AS di Pennsylvania. Freeman adalah wanita kulit hitam kedelapan yang dinominasikan Biden sebagai hakim banding federal.

Pada tahun pertamanya menjabat, Biden memenangkan persetujuan Senat dari 41 calon hakim federal. Ini jumlah terbanyak dibanding presiden lain selama 12 bulan pertama menjabat sejak John F Kennedy.

Namun, meski sukses menciptakan keberagaman dalam pemerintahannya, dua pertiga pemilih Amerika malah menilai, Biden telah membawa Amerika Serikat (AS) ke jalur yang salah. Demikian hasil jajak pendapat soal satu tahun kepresidenan Biden Morning Consult dan Politico, selama akhir pekan, terhadap 2.005 pemilih terdaftar.

Hasil penelitian yang dirilis kemarin menunjukkan, 68 persen responden berpikir bahwa negara sedang menuju ke arah yang salah. Sementara hanya 32 persen menyatakan bahwa negara itu menuju ke arah yang benar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan