Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pelabuhan Chancay Peru Jadi Saksi Ketegangan Terbaru China-AS

Pelabuhan Chancay Peru Jadi Saksi Ketegangan Terbaru China-AS Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

China dan Amerika Serikat (AS) kembali bersitegang, kali ini terkait dengan Pelabuhan Chancay di Peru. AS menyebut pelabuhan itu sebagai gambaran cara rivalnya menggerus kedaulatan sebuah negara. Sebaliknya, hal itu dibantah tegas oleh Beijing.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian mengatakan tak ada upaya penggerusan kedaulatan dalam Pelabuhan Chancay. Ia menegaskan bahwa pelabuhan itu merupakan pelabuhan laut dalam sekaligus pelabuhan pintar dan ramah lingkungan pertama di Amerika Selatan. 

Baca Juga: Perang Dagang China-Uni Eropa Memanas, Beijing Sasar Produk Susu

Menurut Lin, Pelabuhan Chancay dibangun berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan bertujuan meningkatkan konektivitas regional, efisiensi logistik, serta pertumbuhan ekonomi lokal dan kawasan Amerika Latin.

Proyek tersebut disebut sebagai proyek unggulan kerja sama Belt and Road Initiative antara China dan Peru.  Lin menilai tuduhan terbaru ini sebagai upaya politisasi proyek ekonomi dan penciptaan narasi negatif terhadap investasi dari China.

Sebelumnya, U.S. State Department Bureau of Western Hemisphere Affairs menyatakan kekhawatiran terhadap Peru. Menurutnya, negara itu berpotensi kehilangan kendali atas Pelabuhan Chancay. Biro tersebut menuding pelabuhan itu berada di bawah kendali China.

“Kami mendukung hak berdaulat negara untuk mengawasi infrastruktur penting di wilayahnya sendiri. Ini harus menjadi peringatan bagi kawasan dan dunia: uang murah dari mereka dapat mengorbankan kedaulatan,” tegas Biro Urusan Belahan Barat Departemen Luar Negeri AS.

Baca Juga: AS Siap Tampung 'Pengkhianat' China, Janjikan Masa Depan Cerah

Isu Pelabuhan Chancay menjadi sorotan internasional karena proyek ini dipandang strategis dalam jalur perdagangan  dan berpotensi memperkuat hubungan ekonomi China dengan Amerika Latin. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: