Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perkuat Kemitraan dengan AS, RI Komitmen Ciptakan Iklim Perdagangan dan Investasi Kondusif

Perkuat Kemitraan dengan AS, RI Komitmen Ciptakan Iklim Perdagangan dan Investasi Kondusif Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menegaskan komitmen dalam memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi melalui dialog yang terbuka, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan bersama agar makin kompetitif dan berkelanjutan, termasuk melalui kolaborasi publik-swasta.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara  Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bersama Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Kebijakan (Executive Vice President and Chief Policy Officer) Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (United States-ASEAN Business Council/USABC) Marc P. Mealy di Jakarta, Kamis (5/2/2026). 

Baca Juga: Airlangga: Ekonomi RI 2026 Optimis Tumbuh, Potensi Resesi Hanya 3%

Dalam kesempatan tersebut, Wamendag menegaskan komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang kondusif, sejalan dengan pembangunan nasional.

"Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mendorong kerja sama perdagangan dan investasi yang seimbang dan saling menguntungkan, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," imbuhnya, dikutip dari siatan pers Kemendag, Senin (9/2).

Wamendag Roro menambahkan, kebijakan perdagangan dan kebijakan terkait lainnya dirancang untuk menjaga kepentingan nasional tanpa menghambat kegiatan usaha. “Kami terbuka terhadap masukan dari dunia usaha internasional dan memastikan bahwa setiap kebijakan diimplementasikan secara proporsional, jelas, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” imbuhnya.

Terkait hubungan perdagangan Indonesia-AS, Wamendag Roro menyampaikan bahwa pembahasan kerja sama dan isu tarif saat ini masih berlangsung melalui koordinasi lintas kementerian. Pemerintah Indonesia berharap, proses tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara serta memperluas akses pasar.

Sementara itu, Executive Vice President and Chief Policy Officer USABC Marc P. Mealy menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Indonesia dalam membangun komunikasi dengan komunitas bisnis. “Kami menghargai kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan Pemerintah Indonesia. Kepastian kebijakan dan dialog yang berkelanjutan sangat penting bagi dunia usaha dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang,” ujarnya.

USABC juga menyampaikan pandangan dan masukan dari perusahaan-perusahaan anggotanya terkait berbagai isu kebijakan, termasuk pentingnya pendekatan yang strategis dan fleksibel dalam penerapan kebijakan industri di sektor-sektor prioritas. Pendekatan strategis dimaksudkan agar kebijakan pendukung industri dan perdagangan memiliki arah yang jelas sekaligus selaras dengan tujuan pembangunan nasional, sementara fleksibilitas diperlukan dalam aspek implementasi untuk memberikan ruang penyesuaian, kejelasan transisi kebijakan, serta kepastian bagi dunia usaha. Menurut USABC, dialog yang berkesinambungan dapat membantu mengidentifikasi solusi yang seimbang bagi pemerintah dan pelaku usaha.

Selain isu bilateral, kedua pihak juga membahas kerja sama regional di tingkat ASEAN, termasuk dukungan terhadap penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA) serta inisiatif pengembangan ekonomi sirkular dan hijau. USABC menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam upaya meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan perjanjian tersebut, khususnya bagi usaha kecil dan menengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: