Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kena 'Senggol' Edy Mulyadi, Prabowo Akhirnya Beri Respons... Nggak Nyangka Banget Jawabannya!

Kena 'Senggol' Edy Mulyadi, Prabowo Akhirnya Beri Respons... Nggak Nyangka Banget Jawabannya! Kredit Foto: Instagram Prabowo Subianto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menanggapi sikap Edy Mulyadi yang diduga melakukan penghinaan terhadap dirinya.

Sebelumnya, dugaan itu muncul setelah Edy Mulyadi menggambarkan Prabowo sebagai macan yang mengeong.

Prabowo mengaku sudah ada pihak yang menangani perkara dugaan penghinaan itu.

Prabowo menyampaikan hal itu usai menghadiri Upacara Peringatan ke-76 Hari Bhakti Taruna di Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Tangerang, Rabu (26/1/2022).

"Sudah ada yang mengurusi (kasus Edy Mulyadi, red)," tegas Prabowo.

Namun, Prabowo tidak menjelaskan secara detail terkait dugaan penghinaan kepada dirinya itu.

Baca Juga: Nggak Berhenti Sampai Ancaman Mandau Terbang, Edy Mulyadi Juga Kena Omongan dari Ruhut: Harus...

Prabowo juga tak menyebut siapa pihak yang tengah menangani perkara tersebut.

Usai menjawab singkat, Prabowo langsung memasuki mobil dinasnya dan langsung meninggalkan lokasi.

Seperti diketahui, Edy Mulyadi menyebut Prabowo seperti macan yang mengeong.

Hal itu Edy sampaikan lantaran Prabowo tak buka suara soal pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

"Masa Menteri Pertahanan kayak begini saja enggak ngerti, sih? Jenderal bintang tiga. Macan yang jadi kayak mengeong," tandas Edy dalam akun YouTube pribadinya.(*)

Baca Juga: PAN Jateng Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, Pengamat: Bisa Dapat Tiket Capres KIB

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: