Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kemendagri Dorong Digitalisasi Pemerintah Desa di Seluruh Sektor

Kemendagri Dorong Digitalisasi Pemerintah Desa di Seluruh Sektor Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Digitalisasi pemerintahan desa di Indonesia akan memudahkan semua pihak. Namun, pengelolaannya tidak bisa sembarangan. Untik itu, ke depannya harus bisa diintegrasikan dan dilakukan pihak berpengalaman.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, mengatakan bahwa digitalisasi layanan desa ini utamanya memberikan kejelasan data yang memudahkan aparat dalam DSS/Decision Support System atau pengambilan keputusan bagi aparat pemerintah.

Baca Juga: Kemendagri Jelaskan Fungsi Kerja Saat Pelantikan Perangkat

"Sistem digitalisasi juga akan membantu dalam pemrosesan anggaran. Oleh karena itu, tidak perlu menunggu waktu untuk pengembangan teknologi dan harus berani melakukan terobosan demi mempercepat layanan dan meningkatkan akuntabilitas," jelasnya di sela-sela kunjungan kerja pada akhir pekan lalu ke Desa Wisata Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, yang sudah menerapkan Smart Village Nusantara PT Telkom, Minggu (13/2/2022).

"Proses digitalisasi di desa bisa menumbuhkan potensi UMKM yang ada di desa. Maka itu, sekarang itu digitalisasi [di pemerintah desa, red] bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi keharusan," sambung Yusharto.

Selain di tempat wisata Stone Garden, digitalisasi juga dilakukan di Desa Ciburuy Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat yang memulai implementasi desa digital melalui aplikasi SimpelDesa (untuk tata kelola pemerintahan atau pelayanan publik, tata kelola sosial, dan tata kelola ekonomi).

Pada kegiatan tersebut, turut hadir mewakili Bupati Kabupaten Bandung Barat, yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Imam Santoso, Kepala Bidang Kelembagaan & Partisipasi Pemberdayaan Masyarakat DPMD Provinsi Jabar Lisa Afianti, Ketua Bidang Ketahanan Keluarga TP PKK Pusat Kemendagri Irma Zainal beserta jajaran, serta dari PT Telkom di antaranya Head of Ecosystem Agriculture Hikmatullah Insan Purnama dan Tribe Leader Smart Village and Community Telkom Indonesia Wahyudi beserta jajaran.

Yusharto berharap, 165 desa di Kabupaten Bandung Barat khususnya dan semua pemerintahan desa di Indonesia bisa terdigitalisasi. Dia menekankan, pihaknya siap membantu menjadi jembatan menyelesaikan masalah dan mencari solusi melalui command center.

Hal ini bisa berkaca dari transformasi digital yang dilakukan Desa Gunung Masigit yang tidak lepas dari kerja sama dengan PT Telkom. Desa jadi mudah mengecek data pengunjung tempat wisata, termasuk penerapan sistem ticketing, dengan penerapan transaksi berlaku sistem cashless dan paperless.

"Juga di Desa Ciburuy yang komunikasi dan informasi pemerintahan desa dengan warganya dilakukan secara digital, termasuk pelayanan kepada masyarakat seperti kebutuhan surat yang bisa dilaksanakan lebih efektif," ungkapnya.

Adapun, Tribe Leader Smart Village and Community Telkom Indonesia Wahyudi mengatakan, digitalisasi di berbagai aspek kehidupan di desa saat ini sudah menjadi keharusan. Namun, implementasinya bisa dimulai dari aspek yang dirasa paling krusial di masing-masing desanya dan ke depannya yang menjadi tantangan adalah bagaimana seluruh pengelolaan dan proses digitalisasi desa ini bisa terintegrasi sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal dan lebih berdaya guna lagi.

Oleh sebab itu, setelah menghadirkan Smart City Nusantara (SCN) dalam 6 tahun terakhir dan Smart Village Nusantara (SVN) dalam 3 tahun terakhir, berikutnya adalah menghadirkan SVN-Hub, yakni sebuah platform berbasis big data dengan kemampuan dukungan terhadap IoT, Machine Learning, dan Artificial Intelligence yang memungkinkan integrasi berbagai aplikasi secara terpadu baik milik PT Telkom maupun aplikasi lainnya.

"Jadi, dengan adanya Platform SVN-Hub ini, aplikasi kami maupun aplikasi eksisting semisal dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, itu bisa disatukan dalam satu dashboard yang kami berikan, jadi akan lebih memudahkan segalanya," katanya.

Dia mencontohkan, aplikasi digitalisasi pedesaan milik PT Telkom, SVN Telkom, sampai saat ini sudah terpasang sedikitnya di 350 desa.

"Ini bisa dipadukan dengan sistem kependudukan digital yang sebelumnya sudah ada sehingga kementerian maupun pemerintah provinsi/kota/kabupaten bisa mendapatkan data yang lebih komprehensif," pungkasnya.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan