Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Sebelumnya, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko mengatkan kelangkaan minyak goreng yang berlarut-larut terjadi karena kompleksnya persoalan dari hulu hingga ke hilir.
Permasalahan yang terjadi akibat dari kenaikan harga dan kelangkaan barang yakni panic buying. Lantaran sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau, membuat masyarakat membeli melebih kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan.
Padahal hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng.
“Tapi ini baru terindikasi,” ujar Didid dikutip Antaranews.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Djati Waluyo
Editor: Alfi Dinilhaq