Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Presiden Joko Widodo menegaskan masa depan global kini dalam situasi ketidakpastian. Semua negara mengalami kondisi sulit akibat revolusi industri 4.0, pandemi Covid,19 dan serta munculnya perang Rusia dengan Ukraina.
“Semua negara merasakan, bukan hanya negara kita. Sulit, sangat sulit. Sebelumnya kita dihadapkan pada disrupsi kronis akibat revolusi industri 4.0. Semua negara tergagap-gagap. Dihantam lagi oleh disrupsi akut karena pandemi yang tidak kita duga-duga, lalu masih ditambah perang,”Kata Jokowi, kemarin.
Jokowi mengakubeberapa hari lalu dikontak Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Kishida dari Jepang. Mereka juga mengeluhkan perang dan pandemi yang membuat semakin sulit mengelola negara.
“Hal-hal yang dulu tidak kita perkirakan semuanya muncul, semuanya,”tegasnya. Saat ini, kata Jokowi perang Rusia melawan Ukraina berdampak terhadap kelangkaan energi. Harga minyak naik dari US$60 per barel menjadi US$115 per barel.
Jokowi lalu mengaku sempat menanyakan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani soal sampai kapan Indonesia kuat tidak menaikkan harga minyak. “Tahannya sampai berapa hari ini?” Kita nahan-nahan terus,” Ucap Jokowi.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Kapolri Mau Penyuntikan Booster Digenjot
Tidak hanya minyak, beberapa negara lanjut Jokowi sudah mulai terjadi kelangkaan pangan. Food price (harga pangan) dunia naik semuanya salah satunya Gandum.
“ Kita kena imbas, kedelai dunia naik. Tambah perang ini, gandum karena hampir 20% lebih gandum itu dari Ukraina dan Rusia, naik sangat drastic,”pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar
Tag Terkait: