Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Laut Hitam, Laut Kaspia hingga Krimea Jadi Arena Mematikan buat Ukraina, Mohon Waspada!

Laut Hitam, Laut Kaspia hingga Krimea Jadi Arena Mematikan buat Ukraina, Mohon Waspada! Kredit Foto: Instagram/Russian Army
Warta Ekonomi, Moskow -

Juru bicara kementerian pertahanan Rusia Igor Konashenkov menegaskan pihaknya telah menyerang Ukraina dengan rudal jelajah dari Laut Hitam dan Laut Kaspia, dan rudal hipersonik dari wilayah udara Krimea.

Menurutnya, penyerangan tersebut menyebabkan infrastruktur militer Ukraina hancur pada Minggu (20/3/2022).

Baca Juga: Momen Dramatis Detik-detik Pasukan Ukraina Ledakkan Tank Rusia, Pasukan Putin Kocar-Kacir

"Rudal jelajah Kalibr diluncurkan dari perairan Laut Hitam ke pabrik Nizhyn yang memperbaiki kendaraan lapis baja Ukraina yang rusak dalam pertempuran," kata dia, dilansir dari Reuters, Senin (21/3/2022).

Berikutnya, rudal serupa juga ditembakkan dari Laut Kaspia dan rudal hipersonik Kinzhal (Dagger) dari wilayah udara Krimea untuk menghancurkan gudang penyimpanan bahan bakar milik militer Ukraina, kata Konashenkov.

Krimea adalah semenanjung di Ukraina yang dicaplok oleh Rusia pada 2014.

Rusia juga menghantam pusat persiapan militer Ukraina, tempat para petempur asing bergabung dengan pasukan Kiev.

Invasi Rusia di Ukraina telah menewaskan ribuan orang dan mengusir lebih dari tiga juta orang.

Ada kekhawatiran perang itu meluas menjadi konflik Rusia dan Amerika Serikat, dua negara nuklir terbesar di dunia.

Presiden Vladimir Putin mengatakan "operasi militer khusus" itu diperlukan karena AS memanfaatkan Ukraina untuk mengancam negaranya.

"Rusia harus melindungi warga berbahasa Rusia dari ancaman genosida Ukraina," ungkap Putin.

Sementara itu, pihak Ukraina mengatakan mereka bertempur demi keberadaan negara itu.

Mereka juga menyebut tuduhan genosida Putin sebagai omong kosong.

Seperti diketahui, Barat telah menjatuhkan beragam sanksi pada Rusia, yang dianggap Kremlin sebagai pernyataan perang ekonomi oleh AS dan sekutunya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan