Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nahkan, Gara-Gara Husin Alwi Dukung Pawang Hujan, Eh Kena Semprot Seorang Habib

Nahkan, Gara-Gara Husin Alwi Dukung Pawang Hujan, Eh Kena Semprot Seorang Habib Kredit Foto: Instagram/Husin Shihab
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pawang hujan di Sirkuit Mandalika menjadi perhatian publik belakangan ini. Pasalnya, sang pawang dinilai berhasil membuat hujan reda sesaat sebelum balapan dimulai.

Banyak yang mendukung, banyak pula yang tidak percaya. Bahkan mencaci.

Baca Juga: Beredar Video UAS Tanggapi Hukum Pawang Hujan, Siapa Sangka Disebut Boleh Asalkan...

Salah satu yang mendukung adalah Ketua Cyber Indonesia, Husin Alwi Shihab. Dia mengatakan pawang hujan merupakan keberagaman di Indonesia.

“Mau islam, kejawen or kristen tp dia pny keyakinan hrs kita hormati. Klu dia pny potensi bisa menjauhkan awan hujan dgn ilmu gaibnya di #Mandalika @motogp, patut diapresiasi bkn dicaci. Hal2 gitu uda biasa di NKRI! Makanye ane blg yg caci pawang itu diragukan keindonesiaannya,” katanya.

Ketua Bidang Dakwah DPP Front Santri Indonesia, Habib Ali Alhinduan lantas mengkritisi pernyataan dari Husin Alwi.

Pengasuh LPD Albahjah IV Kalimantan Barat itu mengaku heran dengan orang yang percaya dengan pawang hujan. Apalagi dia beragama Islam.

Menurutnya, BMKG sudah memberikan data ilmiah, bahwa hujan berhenti bukan karena pawang hujan.

“Sekelas habib bin syihab dan tokoh politik masa percaya yg begituan? BMKG aja sudah menyatakan hujan berhenti bukan karena si dukunnya,”katanya.

Kata dia, dalam agama Islam tidak dibenarkan untuk percaya kepada pawang hujan karena dapat mengganggu aqidah.

“Berbicara itu pakai data ilmiah. Lagipula kita gak mempermasalahkan si dukun tetapi jika umat Islam membenarkan hal itu sgt bahaya bagi aqidah,”pungkasnya. 

Baca Juga: Bidik 2 Juta Nasabah, BCA Digital Segera Luncurkan Fitur Pinjaman untuk Segmen Ritel

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel: