Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perempuan Golkar Gelar Bazar, Airlangga Pastikan Keberpihakan soal Pangan Rakyat jelang Ramadhan

Perempuan Golkar Gelar Bazar, Airlangga Pastikan Keberpihakan soal Pangan Rakyat jelang Ramadhan Kredit Foto: Partai Golkar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menyambut bulan suci Ramadhan, Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) dan Organisasi Perempuan Partai Golkar diantaranya, KPPG, AMPG, Pengajian Alhidayah, IIFPG, dan HWK menggelar Bazar dengan bertema 'Menebar Kasih Sayang Menjelang Ramadhan' di Kompleks Gedung DPP Partai Golkar pada 26-27 Maret 2022.

"Alhamdulillah atas inisiatif Perempuan Partai Golkar kegiatan ini bisa diselenggarakan. Semoga Ibu-Ibu, masyarakat di sekitar kantor DPP Partai Golkar bisa berpartisipasi dan semoga acara bazar ini bermanfaat untuk ibu-ibu sekeluarga," kata Airlangga saat memberi sambutan di lokasi acara, Minggu (27/3/2022).

Dalam kesempatan itu, Airlangga dan istrinya yakni Ketua Umum IIPG Yanti Airlangga menyempatkan diri untuk menyerahkan simbolis kantong ramah lingkungan untuk dipergunakan warga membawa pulang produk-produk bazar yang tersedia.

Tak hanya mendampingi warga memilih barang untuk dibawa pulang-termasuk paket sembako dari Golkar, Airlangga dan istrinya juga menyempatkan diri menyambangi puluhan stand produk UMKM yang meramaikan bazar kali ini dan membeli produk hampir dari setiap stand.

Saat ditanya wartawan mengenai kondisi harga bahan pokok jelang Ramadan, Airlangga yang menjabat Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia ini memastikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan.

"Memang perang (Rusia-Ukraina, red) kemarin, salah satu transmisinya ke Indonesia itu pada harga komoditas. Baik itu BBM, energi, dan pangan," kata Airlangga.

Terkait pangan, kata Airlangga, telah terjadi disrupsi terhadap minyak goreng termasuk yang dari Eropa, tapi pemerintah telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

Per Februari 2022, kata Airlangga, "Memang telah terjadi deflasi, tingkat inflasi kita sedikit di bawah 2. Sedangkan yang di APBN 3+- 1 persen jadi sebetulnya masih ada ruang. Nah, tentu kita melakukan banyak perlindungan sosial agar daya beli masyarakat tetap terjaga." pungkas Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: