Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Makin Strategis Di Tengah Climate Change, Gobel Ajak Qatar Investasi Pertanian Di Indonesia

Makin Strategis Di Tengah Climate Change, Gobel Ajak Qatar Investasi Pertanian Di Indonesia Kredit Foto: DPR
Warta Ekonomi -

Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang, Rachmat Gobel mengajak Qatar untuk berinvestasi di bidang pertanian dan pangan di Indonesia. Ajakan berinvestasi ini dilatari oleh situasi dunia yang belakangan ini banyak diwarnai climate change atau perubahan iklim, dan makin seringnya pandemi terjadi. Serta meningkatnya persaingan global. 

"Di tengah situasi ini, sektor pertanian dan pangan pada umumnya akan menjadi hal strategis. Karena itu, kami mengundang Qatar untuk berinvestasi di Indonesia," kata Gobel, saat berdialog dengan Wakil Ketua DPR Qatar, Hamda binti Hassan Al Sulaiti, Rabu (11/5).

Gobel melakukan kunjungan ke Qatar bersama sejumlah anggota DPR, yakni Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto, Ketua Komisi VI Faisol Riza, Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung, dan tiga anggota Komisi XI, yaitu Heri Gunawan, Charles Meikyansyah, dan Fauzi Amro.

Hadir pula Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Ridwan Hassan. Gobel juga mengatakan, investasi di bidang pertanian dan pangan akan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat.

"Karena akan menyerap tenaga kerja yang besar dan menyejahterakan masyarakat. Bagi Indonesia, hal ini juga penting dalam mengurangi kemiskinan," katanya.

Di sisi lain, lanjut Gobel, menyediakan pangan bagi dunia merupakan misi kemanusiaan yang sangat penting untuk membangun perdamaian dunia.

Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Jokowi memiliki program pertanian dan pangan, dengan ditandai dengan dibangunnya food estate di sejumlah wilayah di Indonesia.

Selain itu, pemerintah Jokowi juga memiliki program membangun ekonomi dari pinggiran, alias dari desa. Gobel juga menilai, investasi di bidang pertanian, sangat tepat dilakukan setelah dunia dilanda pandemi Covid-19.

"Ini akan jadi momentum kebangkitan," katanya. Namun, Gobel menyatakan, pembangunan pertanian dan pangan ini harus terintegrasi dalam industri pangan dan bersifat modern. Agar tercipta ekosistem pangan yang berkelanjutan.

Untuk menjamin investasi, Indonesia telah mendirikan Lembaga Pengelola Investasi. "Qatar sebaiknya juga terus berinvestasi di bidang pariwisata. Ini juga melibatkan banyak tenaga kerja, dan menggerakkan UMKM," tutur Gobel.

Dalam kesempatan itu, Hamda memaparkan, Qatar telah berinvestasi di Indonesia, yaitu investasi di bidang telekomunikasi dan pariwisata. Perempuan bergelar doktor lulusan Mesir itu mengatakan, Indonesia adalah negara besar dan memiliki tanah yang luas, serta lahan yang subur.

Selain itu, Indonesia juga negeri yang indah, dengan potensi pariwisata yang cocok menjadi tujuan investasi Qatar. Dia pun menyampaikan aspirasi masyarakat Qatar, yang menginginkan kemudahan untuk datang ke Indonesia.

“Ini akan menyukseskan pariwisata Indonesia. Akhir-akhir ini, Indonesia menjadi destinasi wisata favorit bagi warga Qatar. Tapi, masyarakat Qatar mengeluhkan antre saat di bandara,” katanya.

Selain itu, Hamda menyampaikan, agar Indonesia bisa membantu perdamaian di Afghanistan. Sehingga, warga Afghanistan yang mengungsi di banyak negara bisa pulang kembali ke negaranya.

Qatar juga meminta dukungan Indonesia, untuk kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 yang diadakan di Qatar. Terkait hal tersebut, Gobel mengatakan, pemerintah Indonesia telah memasukkan Qatar ke dalam negara yang masuk dalam daftar visa on arrival.

"Soal antre yang lalu, hanya karena kondisi pandemi saja,” katanya. Gobel menerangkan, Indonesia dan Qatar sangat intensif bekerja sama dalam membangun perdamaian di Afghanistan.

Pelajar Indonesia di Qatar, juga sangat terlibat dalam berbagai kegiatan, terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2022. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan