Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Erick Thohir: Belum Ada Rencana Menaikkan Harga Pertalite

Erick Thohir: Belum Ada Rencana Menaikkan Harga Pertalite Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Hal tersebut diungkapkan meskipun harga BBM di tingkat global sudah jauh lebih tinggi dibanding dengan di dalam negeri.

Baca Juga: Pertamina Berhasil Temukan Cadangan Migas Baru di Sumatera Selatan

"Pertalite sekarang Rp7.650 per liter, belum ada rencana pemerintah melakukan (kenaikan harga)," ujar Erick kepada wartawan, dikutip Kamis (19/5/2022).

Erick mengatakan, sebagai solusi atas kenaikan harga BBM di tingkat global, pemerintah tak lagi menyubsidi Pertamax. Sebagaimana diketahui, harga Pertamax belum lama ini naik menjadi Rp12.500 per liter. Meski begitu, harga tersebut masih jauh dari harga keekonomian yang berada di kisaran Rp16.000 per liter.

"Pemerintah mengambil posisi, yang mampu tidak boleh disubsidi. Makanya, harga Pertamax dinaikkan, itu pun di bawah harga pasar, yang lainnya Rp16.000 ini cuman Rp12.500. Jadi, udah ada di situ komponen subsidi," ujarnya.

Meski begitu, ia menyebut bahwa pemerintah saat ini juga harus menjaga keuangan negara akibat  kondisi perekonomian dunia masih belum stabil imbas berbagai faktor.

"Pemerintah juga sekarang sedang menjaga keuangan negara. Lihat banyak sekarang dengan ketidakpastian ekonomi dunia, inflasi yang tinggi, supply yang tidak pasti, harga-harga menjadi mahal. Beberapa negara sekarang seperti Pakistan, Srilanka, negara-negara Afrika mulai mengonsolidasikan keuangannya juga," ungkapnya.

Di sisi lain, Erick bersyukur Indonesia mampu mencetak nilai ekspor yang tinggi sepanjang sejarah pada April lalu. Menurut Erick, pencapaian ini harus dipertahankan karena sebagian dari surplus ini digunakan untuk subsidi rakyat.

"Kita harus tahan surplusnya. Karena sebagian besar dari surplus ini untuk kepentingan subsidi buat rakyat. Listrik masih subsidi, BBM subsidi, bansos masih ada, ada BLT minyak goreng, ini negara kaya dan sangat prorakyat. Namun, kita harus jaga," tutupnya.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan