Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tren Sell in May dan Fed Rate Buat IHSG Bleeding, Tapi Asing Masih Kepincut Berat Pasar Modal Indo

Tren Sell in May dan Fed Rate Buat IHSG Bleeding, Tapi Asing Masih Kepincut Berat Pasar Modal Indo Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa tren ‘Sell in May and Go Away’ serta kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Rate) sudah diantisipasi pelaku pasar sehingga koreksi memang diprediksi terjadi tetapi akan terbatas. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengungkapkan bahwa pada Mei, foreign fund flow memang negatif Rp8,36 triliun, tetapi sejak awal tahun masih surplus cukup besar yaitu Rp 51,27 triliun per 13 Mei. 

Foreign fund flow sejak awal tahun menjadi faktor utama yang akan menahan koreksi dan menunjukkan bahwa investor asing menilai fundamental dalam negeri Indonesia masih menarik,” tutur Nafan. 

Baca Juga: Bursa Perkasa! Cek Saham Paling Banyak Diborong Investor

Selain itu, tuturnya, ada juga faktor-faktor pendukung lain yang menjadi penyeimbang faktor ‘Sell in May’ dan Fed Rate sehingga menjadi penahan foreign fund flow yaitu laporan keuangan emiten periode kuartal I 2022 yang positif serta data ekonomi domestik yang mendukung. 

"Faktor fundamental tersebut terutama neraca dagang yang realisasinya jauh di atas prediksi pasar karena didukung tingginya harga komoditas, industri yang masih tumbuh dan dicerminkan indeks pembelian industri (purchasing manager index/PMI), serta indeks keyakinan konsumen (IKK) yang masih optimis," ucapnya.  

Baca Juga: Perusahaan BUMN dan Afiliasinya Mau Geruduk Pasar Modal, Bursa Harap . . .

Menurut Nafan, pasar saham Indonesia menjalani libur dan cuti bersama terkait Lebaran sejak 29 April 2022 hingga 8 Mei 2022, di mana pengumuman keputusan Fed Rate disampaikan pada 5 Mei 2022 waktu setempat dan membuat pasar saham AS serta global tertekan sentimen tersebut. 

“Pada saat koreksi global tersebut, IHSG yang masih belum bertransaksi karena cuti bersama belum tertular pelemahan dan langsung terkoreksi ketika dibuka,” terangnya.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan