Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terpojok, 1.730 Tentara Ukraina Menyerah, Tentara Rusia Lakukan Hal Ini

Terpojok, 1.730 Tentara Ukraina Menyerah, Tentara Rusia Lakukan Hal Ini Kredit Foto: Reuters/Zohra Bensemra
Warta Ekonomi, Moskow -

Kementerian pertahanan Rusia pada Kamis (19/5/2022) mengatakan bahwa 1.730 tentara Ukraina menyerah minggu ini di pabrik baja Azovstal.

Pabrik yang berada di di kota pelabuhan Mariupol itu menjadi benteng terakhir perlawanan yang terus-menerus dibombardir dengan tembakan senjata berat.

Baca Juga: Janet Yellen: Adalah Haram Jika Amerika Sita Aset Resmi Rusia karena...

Kementerian itu dalam pengarahan hariannya mengatakan bahwa selama 24 jam terakhir, 771 gerilyawan dari resimen nasionalis Azov menyerah.

"Secara total, sejak 16 Mei, 1.730 gerilyawan telah menyerah, termasuk 80 orang terluka," tambahnya.

Kementerian merilis sebuah video yang menunjukkan tentara yang menyerah berjalan keluar dari pabrik, beberapa terlihat terluka dan yang lainnya menggunakan kruk. 

Tentara Rusia menepuk mereka dan memeriksa tas mereka saat mereka keluar.

Kementerian mengatakan tentara yang terluka dibawa ke rumah sakit di wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina timur.

Ukraina telah mengindikasikan bahwa mereka akan mencari pertukaran tahanan dengan pejuang yang menyerah di Azovstal.

Akan tetapi Moskow belum memberikan jawaban pasti tentang masalah ini.

Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah mulai mendaftarkan ratusan tawanan perang  dari pabrik baja Azovstal.

ICRC mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa operasi untuk melacak para pejuang yang meninggalkan pabrik, termasuk yang terluka, dimulai pada Selasa (17/5)  dan berlangsung hingga Kamis.

Sebagai bagian dari proses, ICRC mencatat informasi dari individu untuk melacak mereka yang telah ditangkap.

Badan itu menambahkan bahwa pihaknya tidak mengangkut tawanan perang ke tempat-tempat di mana mereka ditahan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan