Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Survei: Pelaku Properti Optimistis terhadap Kinerja Sektor Properti di 2022

Survei: Pelaku Properti Optimistis terhadap Kinerja Sektor Properti di 2022 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Survei yang dilakukan oleh Knight Frank Indonesia menunjukkan bahwa pelaku properti Indonesia optimistis terhadap kinerja sektor properti di 2022. Hal tersebut tercermin dari jumlah responden yang menyatakan optimistis terhadap sektor properti mencapai 90% dari total responden.

Selain itu, survei juga menemukan sekitar 57% responden yang mengindikasikan bahwa sektor properti akan sepenuhnya bangkit di kuartal keempat tahun ini.

Baca Juga: Investor Mulai Koleksi Saat Kinerja Properti Pulih, Saham Ini Bisa Jadi Pilihan

Namun, survei juga mencatat beberapa potensi tantangan dan risiko dalam bangkitnya sektor properti. Sekitar 66% responden mengungkapkan bahwa naiknya gelombang inflasi di ranah global dan nasional akan sangat berdampak pada pemulihan sektor properti.

Sementara itu, masing-masing 61% dan 59% responden juga berpendapat bahwa pemberlakuan kenaikan angka Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta krisis global akibat perang Ukraina-Rusia merupakan dua faktor utama yang berdampak negatif pada pemulihan sektor properti secara umum.

Survei juga mencatat bahwa subsektor residensial masih mendominasi (60%) sebagai sektor properti yang dinilai mampu memiliki performa positif bahkan di tengah berbagai tantangan di atas.

"Namun, optimisme tetap tergambar, apalagi dengan masih adanya insentif PPN DTP yang bisa membantu menggenjot performa subsektor residensial," kata Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (27/5).

Indonesia Property Survey juga mencatat bahwa selain wilayah Jabodetabek, beberapa kota wisata diprediksi sebagai lokasi yang potensial untuk investasi properti dalam periode 3-5 tahun ke depan, termasuk Bali (24%), Lombok (11%), dan Labuan Bajo (11%).

Penajam Paser Utara, sebagai calon IKN (Ibu Kota Negara), juga dianggap sebagai kota yang potensial untuk investasi properti oleh 16% responden.

"Rencana pemerintah memindahkan IKN dari Jakarta ke Penajem Paser Utara menjadikan kota tersebut dinilai cukup prospektif untuk investasi properti beberapa tahun ke depan selain Jakarta dan Bodetabek," tambah Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia.

"Perspektif baru juga terbentuk di mana potensi investasi properti melebar dari kawasan bisnis strategis konvensional, tetapi juga dapat dilakukan pada wilayah dengan pergerakan ekonomi yang berpusat pada pariwisata seperti Bali, Lombok, dan Labuan Bajo," tutup Willson.

Baca Juga: Aduh Nies! Habiskan APBD Hingga Rp51 Miliar, Atap JIRTA Sunter Justru Banyak yang Bocor: Jadi Bukti Anies Baswedan Lebih Buruk...

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: