Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Segan Sikat Korupsi di BUMN, Erick Thohir Dinilai Layak Pimpin Indonesia

Tak Segan Sikat Korupsi di BUMN, Erick Thohir Dinilai Layak Pimpin Indonesia Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keberhasilan Erick Thohir memberantas korupsi di tubuh BUMN menyerap berbagai respons positif dari masyarakat.

Pemimpin tegas dan berani seperti Erick Thohir dinilai sangat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin Indonesia ke depannya.

Baca Juga: Bukan Ganjar-Erick, Jika Pilpres Dilakukan Sekarang Maka Pasangan Ini yang Akan Menang

Guru Besar Universitas Airlangga (Uniar) Hotman Siahaan mengatakan Erick Thohir telah berhasil melakukan banyak perbaikan di lingkungan Kementerian BUMN.

Di antaranya adalah kesuksesan menyingkap dan menyelesaikan kasus mega skandal korupsi Jiwasraya dan Asabri.

Sehingga menurut Hotman sangat wajar jika banyak masyarakat yang mendorong Erick Thohir maju sebagai calon presiden di 2024.

Selain itu, eks presiden Inter Milan ini dinilai layak menjadi pemimpin Indonesia selanjutnya.

“Pembenahan di tubuh BUMN maju pesat, dan pemberantasan korupsi di BUMN menunjukkan keberhasilan. beliau layak maju pada bursa Capres 2024,” tutur Hotman, Jumat (27/5/2022).

Di samping itu, dia mengatakan Erick Thohir berhasil menjawab kepercayaan Presiden Jokowi dengan prestasi lainnya di BUMN.

“Sebagai pemimpin BUMN, Pak Erick Thohir sangat berhasil. Keuntungan BUMN mencapai angka tertinggi,” pungkas Hotman.

Untuk informasi, Erick Thohir berhasil mendorong laba bersih BUMN mencapai Rp 90 triliun pada 2021. Angka tersebut melonjak naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 13 triliun.

Terakhir, di bawah kepemimpinan Erick Thohir, BUMN membuka lebih dari 2.700 lapangan pekerjaan untuk anak bangsa dan banyak menyalurkan program penggerak ekonomi untuk masyarakat.

Langkah ini dinilai sebagai keberhasilan Erick Thohir memberikan solusi untuk meningkatkan perekonomian bangsa dan negara Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan