Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ada Sponsor Bir di Formula E, Guntur Romli: Anies Mainkan Isu Agama, Kini Senjata Sedang Berbalik

Ada Sponsor Bir di Formula E, Guntur Romli: Anies Mainkan Isu Agama, Kini Senjata Sedang Berbalik Kredit Foto: Instagram/Mohamad Guntur Romli
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, mengomentari adanya minuman beralkohol sebagai sponsor ajang balap mobil listrik, Formula E. Menurutnya, hal itu banyak menimbulkan kegaduhan, terutama di kalangan pendukung Anies Baswedan.

"Formula E kini diributkan di kalangan pendukung Anies, karena ada perusahaan bir raksasa dunia," kata Guntur di kanal YouTube CokroTV, Jumat (27/5/2022).

Baca Juga: Meski Atap Tribune Ambruk, Richard Bates Konsultan Formula E Sebut Bangunan Sirkuit Kelas Dunia

Ia pun menyinggung beberapa pendukung Anies yang melakukan penolakan atas adanya sponsor minuman tersebut. Tak hanya itu, ia pun kembali menungkit manuver politik Anies kala demo PA 212 tahun 2019, yang meminta Jakarta menjual saham di perusahaan bir PT Delta Jakarta.

"Tapi kini, Formula E yang ngotot diadakan oleh Anies ternyata sponsor utamanya ada perusahaan minuman beralkohol, baik bir, sampanye, dan wine," tambah Guntur.

Lebih lanjut, ia mengklaim salah satu sponsor Formula E yang merupakan perusahaan bir, Heineken, adalah pendukung LGBT. Tak hanya itu, ada pula perusahaan minuman beralkohol lain, yaitu wine yang menjadi sponsor ajang balap mobil listrik tersebut. 

Alhasil, menurut Guntur, hal itu malah merugikan Anies Baswedan sendiri. Guntur juga menyebut, jika ingin mengadakan sebuah acara untuk kelas dunia, harus siap berurusan dengan hal-hal macam begini.

Baca Juga: Bukan Prabowo Atau Airlangga, Pengamat Sebut yang Akan Jadi Capres Koalisi Indonesia Bersatu Yaitu..

"Kalau mau jadi warga kelas dunia, maka akan berhubungan dengan segala macam perbedaan, baik perbedaan ras, suku, budaya, orientasi seksual, dan identitas gender. Dan LGBT saat in diterima sebagai warga dunia," ucapnya. "Tapi bagi Anies, dia telah menyeret dirinya pada pusaran keras yang diciptakannya sendiri."

Atas hal itu, menurutnya Anies kini kini sedang dirugikan. "Selama ini Anies terus bermain dengan senjata politisasi agama, kini senjata itu tampaknya sedang berbalik, menjadi bumerang yang menyerang tuannya sendiri.," kata dia.

Baca Juga: Seandainya Tidak Dapat Tiket Capres, Kemana Hijrahnya Pemilih Ganjar dan Anies?

Editor: Adrial Akbar

Advertisement

Bagikan Artikel: